(Jakarta, 25/10/2021) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar kegiatan Youth Science Week mulai tanggal 25 – 28 Oktober 2021. Dengan mengusung tema Percaya Nalar dengan Riset dan Inovasi, kegiatan Youth Science Week ini diharapkan mampu memberi warna dan wadah bagi remaja Indonesia untuk menginspirasi pemuda Indonesia dengan menularkan semangat meneliti dan melakukan inovasi.

Plt. Deputi Sumber Daya Manusia Iptek, Edi Giri Rachman Putra mengatakan, Indonesia di tahun 2045 akan mendapatkan bonus demografi, di mana jumlah masyarakat produktif mengalami peningkatan yang signifikan. Untuk menyongsong Indonesia emas itulah, perlu segera menyusun skema pengelolaan SDM yang siap menghadapi tantangan di masa depan dan berdaya saing.

“Dalam upaya menyongsong bonus demografi, pemerintah menciptakan ekosistem yang mendukung generasi muda terutama generasi Z di bidang pendidikan, riset, dan inovasi,” kata Edi Giri.

BRIN sebagai lembaga riset, kata Edi Giri telah melakukan pengembangan SDM dengan pendekatan SDM talenta yang berbasis pada riset dan inovasi. Dalam pengembangannya, BRIN berkolaborasi dengan semua pihak baik instansi pemerintah, perguruan tinggi, swasta, maupun komunitas lainnya.

Salah satu metode pengembangan SDM talenta adalah melalui lomba karya ilmiah remaja (LKIR) dan National Young Inventor Award (NYIA) yang dirangkai dalam Youth Science Week yang digelar secara rutin setiap tahun. Pada tahun ini sebanyak 54 proposal peserta lomba karya tulis ilmiah remaja, dan 49 finalis projek inovasi.

“Lomba karya ilmiah remaja ini bertujuan untuk menjaring sejak dini potensi-potensi peneliti dari para generasi Z untuk mendapatkan bimbingan yang baik dari para peneliti yang berkompeten yang nantinya mampu hasilkan karya ilmiah yang potensial dan mungkin mempunyai kekayaan intelektual,” tambahnya.

Kompetisi ilmiah remaja menguji kemampuan dan kreativitas remaja Indonesia dalam memecahkan permasalahan yang berada di sekitarnya dengan pemikiran ilmiah yang penuh ide baru yang luar biasa. LKIR adalah kompetisi ilmiah bagi siswa SMP dan SMA/sederajat dengan batas maksimum duduk pada kelas 12 saat final LKIR berlangsung.

Sedangkan NYIA jelas Edi Giri merupakan kompetisi ilmiah bagi remaja (8 -18 tahun) setingkat SD, SMP, dan SMA/sederajat dalam melakukan inovasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, memberikan apresiasi dan menggali potensi remaja di bidang inovasi teknologi.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan, generasi muda merupakan modal bangsa di masa mendatang yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik dengan menciptakan ekosistem agar para generasi muda berkembang mengasah talentanya, kreatif, dan berani tampil menyampaikan idenya sehingga kita berharap ke depan Indonesia memiliki inovasi yang jauh lebih banyak yang dihasilkan oleh para generasi muda. “BRIN sebagai lembaga yang baru dibentuk memiliki fokus berburu inovasi dan teknologi dari para periset Indonesia,” kata Handoko.

“Di sisi lain kami juga berburu generasi muda calon periset, inovator dari para generasi muda, dan para kreatif untuk kemajuan Indonesia ke depan,” tambahnya.

Handoko menjelaskan, mulai tahun 2022 BRIN memiliki skema pengembangan SDM bagi para generasi muda. Bagi para mahasiswa S1 BRIN akan memberikan dukungan riset untuk menyelesaikan skripsi, untuk program S2 akan diberikan dukungan penelitian dalam penyelesaian tesis dan disertasi bagi mahasiswa program S3.

Handoko percaya bahwa para generasi muda yang tengah mengikuti LKIR dan NYIA ini merupakan bibit unggul untuk kemajuan Indonesia. Berdasarkan informasi, para alumni LKIR dan NYIA mampu berkiprah di banyak bidang seperti periset dan entrepreneur yang berbasis teknologi.