Jakarta – Humas BRIN, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko melantik Zainal Arief sebagai Direktur Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia. Pelantikan berlangsung di Gedung BJ Habibie lt.24, Kamis (17/02). Kepala BRIN berpesan bahwa banyak pekerjaan rumah yang menanti Zainal Arief, yakni salah satunya adalah bagaimana mengubah dan meningkatkan Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia menuju pada level yang jauh lebih tinggi.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyampaikan beberapa pesan kepada pejabat struktural yang baru saja dilantiknya. Pertama, ia berpesan agar Zainal dapat meningkatkan status akreditasi Poltek Nuklir untuk lebih tinggi, sehingga kita bisa membuka S2 dan S3 Vokasi khususnya bidang ketenaganukliran.

Pesannya yang ke dua, Zainal diharapkan dapat meningkatkan minat bagi para siswa-siswi generasi muda untuk bisa bergabung ke Politeknik Nuklir. “Kita targetkan daya tampung Politeknik Nuklir bisa sampai 1000 orang,” ujar Kepala BRIN.

Handoko melanjutkan, dibutuhkan komitmen bersama agar target tersebut bisa tercapai, tidak hanya dari Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia sendiri namun juga sivitas BRIN dan khususnya Kedeputian Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. “Kami sudah berkomitmen melakukan banyak perubahan, jadi semua kita gratiskan. Selama 4 tahun masa pendidikan kita gratiskan dan ke depan kita upayakan dapat menyediakan asrama bagi mahasiswa “ lanjutnya.

“Sehingga Politeknik Nuklir benar-benar bisa menjadi leading educational facilities yang sangat lengkap dengan segala fasilitasnya, termasuk reaktor eksperimen, perangkat nuklir medis, perangkat nuklir industri, yang akan segera kita sediakan di kampus Babarsari, Kota Yogyakarta. Lebih jauh kampus Babarsari akan dicanangkan sebagai Pusat Edukasi Teknologi Nuklir unggulan dunia,” jelas Handoko.

Kepala BRIN juga menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan kontribusi terbaik dari Muhtadan, Plt. Direktur Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia periode 30 Oktober 2021 s.d 17 Februari 2022. “Bagi Direktur Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia baru, semoga dapat saling bekerja sama dalam mengakomodir seluruh sivitas, pejabat fungsional, mitra dan kolega untuk mampu berkontribusi lebih maksimal lagi bagi kemajuan bangsa dan negara, terutama di bidang pendidikan, pengembangan serta pemanfaatan teknologi nuklir,” ujar Handoko.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BRIN turut melantik 6 (enam) orang pegawai di lingkungan BRIN menjadi Pejabat Fungsional, terdiri dari 2 orang peneliti ahli madya dan 1 orang peneliti ahli muda, 2 orang perekayasa ahli muda dan 1 orang perekayasa ahli pertama.

Berikut nama-nama pejabat yang dilantik:

  1. Dr. Eng. Zainal Arief, S.T., M.T. dilantik sebagai Direktur Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia;
  2. Dr. dr. Andi Nanis Sacharina Marzuki, Sp.A(K)., sebagai Peneliti Ahli Madya;
  3. Raden Arthur Ario Lelono, Ph.D., sebagai Peneliti Ahli Madya;
  4. Fitri Kurniawati, M.I.L., sebagai Peneliti Ahli Muda;
  5. Deasy Tresnoningrum, S.Si, M.T., sebagai Perekayasa Ahli Muda;
  6. Hendra Adinanta, S.T., M.Eng., sebagai Perekayasa Ahli Muda; dan
  7. Amrullah Abdul Qadir, S.T., sebagai Perekayasa Ahli Pertama. (ap/ed: drs)
Sebarkan