SIARAN PERS

BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL

NO:  016/SP/HM/BKPUK/II/2022

Membran Perikardium Iradiasi Hasil Riset BRIN Segera Diproduksi Secara Komersial

Membran Perikardium Iradiasi merupakan salah satu hasil riset 

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang bermanfaat sebagai membran penghalang antara jaringan lunak dari gusi dan jaringan keras dari tulang alveolar

Jakarta, 18 Februari 2022, Salah satu produk litbang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berupa Membran perikardium iradiasi akan diproduksi secara komersial oleh PT. Focustindo Cemerlang. Terkait hal tersebut, BRIN dan PT. Focustindo Cemerlang menandatangani perjanjian kerja sama lisensi di Gedung BJ. Habibie, Jakarta, Jumat (18/02).

Penandatanganan kerja sama dilakukan antara Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Mego Pinandito dengan Direktur Utama PT. Focustindo Cemerlang, Sumardi dengan durasi kerja sama selama 10 tahun. PT. Focustindo Cemerlang, adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang alat Kesehatan dan home care.

Kerja sama PT. Focustindo Cemerlang dengan BRIN terkait dengan pemanfaatan hasil invensi dari Pusat Riset dan Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi (PRTAIR) yaitu Proses Pembuatan Membran Perikardium Iradiasi yang telah memiliki paten (IDP000063846) dan terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dalam bentuk Perjanjian Kerjasama Lisensi.

Peneliti PRTAIR, Basril Abas menjelaskan, membran perikardium berasal dari selaput pembungkus jantung sapi dengan kandungan kolagen yang tinggi. “Kolagen merupakan senyawa yang banyak terdapat dalam tubuh sehingga biokompatibilitasnya pada jaringan host sangat tinggi dan juga kemampuannya dalam mempercepat penyembuhan luka,” kata Basril.

Dikatakan Basril, membran perikardium sangat baik untuk Guided Tissue/Bane Regeneration (GTR/GBR) pada aplikasi di bidang dental. Bahan ini sensitive dengan suhu, oleh karena itu, untuk mensterilkannya digunakan teknik radiasi dengan sinar gamma atau berkas elektron. 

Basril menjelaskan, proses sterilisasi dengan menggunakan radiasi sinar gamma tidak akan menimbulkan perubahan suhu. “Selama proses sterilisasi dengan radiasi tidak terjadi peningkatan suhu atau disebut juga dengan sterilisasi dingin. Disamping itu, sterilisasi dengan iradiasi dapat dilakukan pada produk akhir,” jelasnya.

Membran pericardium radiasi dapat diproduksi dalam beberapa ukuran seperti 1,5 x 1 cm, 2 x 1,5 cm, 3 x 2 cm, dan lainnya sesuai kebutuhan.

Aplikasi membran perikardium steril radiasi telah digunakan di bidang dental yaitu pada augmentasi tulang dimana membran perikardium radiasi berfungsi sebagai membran penghalang antara jaringan lunak dari gusi dan jaringan keras dari tulang alveolar sebagai Guided Bone Regeneration (GBR). Membran perikardium radiasi juga dapat digunakan pada alveolektomi sebagai Guided Tissue Regeneration (GTR)

Melalui kerja sama ini, nantinya PT. Focustindo Cemerlang akan melakukan produksi Membran Perikardium Iradiasi menggunakan teknologi dari BRIN yang telah terbukti efektif. Basril berharap, produk Membran Perikardium dapat dipasarkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat melalui jaringan distribusi yang telah dimiliki PT. Focustindo Cemerlang.

Sebarkan