Cibinong – Humas BRIN. Pusat Riset Vaksin dan Obat (PRVO) merupakan salah satu Pusat Riset (PR) yang dimiliki oleh Organisasi Riset Kesehatan (ORK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). ORK sendiri membawahi tujuh (7) PR, yaitu PR Biomedis, PR Kedokteran Preklinis dan Klinis, PR Kesehatan Masyarakat dan Gizi, PR Bahan Baku Obat dan Obat tradisional, PR Vaksin dan Obat, PR Biologi Molekuler Eijkman dan PR Veteriner.

“PRVO menjadi salah satu PR ORK yang strategis, apalagi di masa pandemi. Saat ini banyak penyakit yang belum tertangani dengan baik, seperti TBC dan COVID-19. Target tahun 2022 dari PR ini adalah  pengembangan vaksin merah putih juga vaksin lainnya, serta pengembangan bahan baku obat berbasis bahan alami lokal, juga kimia obat. Saya berharap momen ini menjadi inspirasi untuk mengasah ide dan gagasan sebagai solusi penanganan dan pencegahan penyakit di Indonesia,” ujar Kepala ORK Ni Luh Putu Indi Dharmayanti, pada Webinar Scientific Talks, Senin (18/4).

Dalam kesempatan yang sama, Masteria Yunovilsa Putra selaku Kepala PRVO menambahkan bahwa PRVO dibentuk untuk menghadapi pandemi selanjutnya, pergeseran pola penyakit, serta mengurangi ketergantungan obat-obatan impor.  

“Saat in PRVO mempunyai 10 kelompok penelitian. Ruang lingkup riset kami meliputi pengembangan vaksin, produk biologi dan stem cell. Untuk proses riset dan pengembangan obat sendiri pastinya  memiliki jangka waktu yang sangat panjang. Dimulai dari prose penemuan, skrining, hingga proses formulasi obat,” ungkap Masteria.

Selain itu Masteria menambahkan PRVO juga membuka peluang dan kesempatan untuk kolaborasi, pengujian produk inovasi kesehatan, riset dan inovasi penanganan COVID, pendampingan perusahaan pemula berbasis riset dan program prioritas nasional.

Terkait riset vaksin, Sabar Pambudi selaku Koordinator Penelitian Vaksin yang menjadi salah satu narasumber dalam webinar tersebut menjelaskan kelompok vaksin dan biofarmasitika memiliki lima (5) kelompok penelitian yakni vaksin, adjuvant dan gene delivery, stem cell, insulin dan antibody monocional (AM).

“Untuk fokus kelompok penelitian vaksin meliputi pengembangan vaksin infeksi human papilloma virus, vaksin COVID-19 dan vaksin tuberkolosis. Selanjutnya untuk fokus riset adjuvant meliputi adjuvant vaksin protein subunit dan vaksin DNA/RNA,” imbuh Sabar.

Sementara untuk fokus riset stem cell saat ini Sabar menerangkan sedang dilakukan pengembangan sistem uji untuk penyakit infeksi atau degeneratif menggunakan stem cell dan pengembangan formulasi media diferensiasi KIT kondrosit dan osteosit. Sedangkan riset insulin melakukan riset prototipe sel yeast penghasil precursor insulin. Selanjutnya, pengembangan AM diaplikasikan untuk deteksi penyakit infeksi, bahan terapeutik penyakit infeksi dan deteksi kanker.    

Selanjutnya untuk penelitian obat, Peni Ahmadi selaku Koordinator Penelitian Obat menjelaskan bahwa kegiatan riset obat meliputi penemuan senyawa obat, pengembangan senyawa obat, formulasi sediaan, dan sistem pelepasan obat.

“Kelompok penelitian kami terdiri dari lima, yaitu kelompok penelitian biologi sel dan mekanisme penyakit, kelompok penelitian penemuan obat penyakit menular, kelompok penelitian produk alami laut, kelompok penelitian nanomedicine, dan kelompok penelitian penemuan dan pengembangan computer-aides drug,” ujar Peni.

Untuk tahun 2022, Peni menerangkan PRVO memiliki output utama pengembangan obat yang terbagi dalam dalam  enam (6) kegiatan riset yaitu penemuan obat untuk penyakit infeksi, penemuan obatan untuk penyakit non infeksi, sistem pelepasan obat berbasis alamiah dan nanoteknologi, pengembangan obat dan modifikasi struktur, pengembangan obat untuk kandidat antivirus dan skrining virtual dan sintetis. (Sa/ ed:aps).

Sebarkan