SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
NO:   200 /SP/HM/BKPUK/XII/2021

Potensi limbah kayu untuk produk komposit ramah lingkungan selama ini masih belum optimal dikelola dan dimanfaatkan, khususnya dalam bentuk Chip Block Pallet (CBP). Dalam rangka memperkenalkan produk dan teknologi CBP buatan dalam negeri dan menarik mitra investor sebagai upaya komersialisasi teknologi CBP, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Program Unggulan Iptek Lignoselulosa – Pusat Riset Biomaterial menyelenggarakan acara “Peluncuran (Launching) CBP: Pemanfaatan dan Inovasi Limbah Kayu menjadi Produk Chip Block Pallet (CBP) Berkualitas Ekspor”. Peluncuran diselenggarakan di Auditorium Lignoselulosa Pusat Riset Biomaterial, Kompleks Cibinong Science Center-Botanical Garden, BRIN pada Rabu, 16 Desember 2021 pukul 09.00 WIB.

Cibinong, 15 Desember 2021 –Harga jual dari limbah industri kayu dipasaran hanya sekitar Rp. 200/ karung, dan biasanya digunakan untuk bahan bakar pabrik tahu. Fenomena tersebut ditemukan pada kondisi limbah biomassa lignoselulosa dari industri furniture kayu yang tinggi. Salah satunya di Kabupaten Jepara sebagai sentra produksi furniture kayu nasional. Itulah sedikitnya yang melatarbelakangi lahirnya teknologi CBP dari para periset BRIN.

Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Mego Pinandito mengatakan bahwa teknologi pemanfaatan limbah kayu untuk produk komposit ramah lingkungan berupa chip block pallet (CBP) dapat menjadi model solusi secara nasional bagi permasalahan limbah biomassa lignoselulosa nasional yang sangat melimpah di Indonesia. “Peningkatan nilai jual dari produk CBPyang dihasilkan diperkirakan sekitar USD 150-250/m3. Komersialisasi produk CBP dari limbah biomassa lignoselulosa akan mampu mengurangi ketergantungan impor nasional terhadap produk CBPdari Tiongkok, sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan baru dan menjadi solusi yang inovatif bagi penyelesaian masalah lingkungan,” tuturnya.

“Dan semoga launching ini juga bisa menjadi acara bermanfaat, pencarian ide solusi dan peluang pengembangan lain dengan konsep yang sama, pemanfaatan limbah/sisa bahan-bahan yang tidak terpakai, untuk dijadikan bentuk produk lain yang memiliki nilai tambah, nilai jual lebih tinggi dan fungsi yang berbeda,” imbuh Mego.

Sementara Kepala OR Ilmu Pengetahuan Hayati, Iman Hidayat menjelaskan bahwa komersialisasi dari teknologi produksi CBP yang dihasilkan oleh Pusat Unggulan Iptek Lignoselulosa, Pusat Riset Biomaterial-BRIN, merupakan salah satu bentuk respon cepat BRIN di dalam membantu kebutuhan UMKM dan pelaku industri.

“Pada tahun 2020 CV. Kibti Furniture datang ke BRIN, saat itu melalui Pusat Pemanfaatan Iptek dan Inovasi, untuk meminta bantuan terkait permasalahan limbah biomassa industri kayu khususnya di wilayah Jepara dan potensi pemanfaatannya untuk produksi CBP yang berstandar internasional. Pusat Penelitian Biomaterial segera meresponnya dengan membuatkan prototipe CBP yang sesuai dengan kebutuhan industri. Pada tahun 2021, kolaborasi ini mendapatkan dukungan pendanaaan dari Kemenristekdikti/BRIN untuk mengembangkan dan mempercepat komersialisasi produk hasil teknologi komposit bantalan kaki palet atau chip block pallet,” ungkapnya.

“Kegiatan tersebut sudah menghasilkan paten dan produk CBP yang telah diuji pasar. Hasilnya kualitas, produk yang kita hasilkan sudah diterima pasar ekspor. Tahapan berikutnya adalah mengurus proses lisensi teknologi kepada CV Kibti,” tambah Iman.

Inventor CBP, Sukma Surya K. menjelaskan keunggulan CBP yakni superior load strength, hight nail holding power, high durability, free formaldehyde emission, dan simple installation. “CBP adalah produk komposit ramah lingkungan karena bebas emisi formaldehida yang membahayakan kesehatan dan bahan baku menggunakan limbah industri kayu,” ujarnya.

Dalam momentum peluncuran produk CBP ini ditampilkan 10 produk terbaru dari Pusat Riset (Pusris) Biomaterial – BRIN. “Sebagai tambahan informasi, pada tahun 2021 ini terdapat lebih dari 25 paten baru yang telah didaftarkan oleh  Pusris Biomaterial. Dari jumlah tersebut, 3 (tiga) diantaranya sudah berhasil dilisensikan kepada mitra-mitra industri, termasuk produk CBP ini. Ini semua merupakan wujud tanggung jawab kami dalam menjalankan tugas negara untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.  Kami berharap melalui acara ini akan terjadi kolaborasi yang semakin kuat antara BRIN dan industri, serta mendukung lahirnya ekosistem riset di tanah air,” urai Akbar Hanif Dawam, Plt. Kepala Pusat Riset Biomaterial.

Acara peluncuran akan diisi pula dengan Talkshow dengan Tema: “Pemanfaatan dan Inovasi Limbah Kayu menjadi Produk Chip Block Pallet (CBP) Berkualitas Ekspor” menghadirkan narasumber: Dr. Akbar Hanif Dawam selaku Kepala Pusat Riset Biomaterial BRIN, Dwie Irmawaty Gultom, Ph.D selaku Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi di Industri,BRIN, dan Dr. Sukma Surya K. selaku Inventor CBP, dan Kibti Martha dari Mitra Industri (CV Kibti Furniture). Selain itu ditampilkan pula produk-produk unggulan Pusat Riset Biomaterial BRIN dan Demo CBP di Auditorium Lignoselulosa, Pusat Riset Biomaterial BRIN di Cibinong.

Keterangan Lebih Lanjut:

Dr. Lisman Suryanegara M.Agr. (Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Biomaterial BRIN)

Suzan Lesmana (Prana Humas Ahli Madya BRIN)

Sebarkan