Bogor – Humas BRIN, Selain memberikan beasiswa untuk SDM Iptek yang dimiliki Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), RISET-Pro juga membuat aplikasi Monitoring dan Evaluasi Riset dan Pengembangan Nasional (Monevrisbang). Salah satu fungsi aplikasi ini untuk mengetahui dana riset yang pernah diterima oleh peneliti.

Edy Giri Rachman Putra Plt. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN menegaskan basis data peneliti ini sangat penting. ”Basis data ini krusial dalam pengembangan SDM Iptek, yang penting aplikasi ini berjalan dulu, sambil terus kita sempurnakan,” tegas Edy Giri kepada peserta diskusi di Hotel Sahira, Bogor, Senin, (06/12)..

Ayom Widipaminto Plt. Direktur Evaluasi Kebijakan Riset, Teknologi, dan Inovasi BRIN mengaku data pada aplikasi ini dapat membantu dalam menentukan kebijakan. ”Dengan mengetahui rekam jejak dana yang pernah diperoleh, serta dapat mengetahui iuaran yang diperoleh dana tersebut,”ucap Ayom.

Monevrisbang menampilkan iuaran dari dana riset yang diinvestasikan diantaranya berupa publikasi, paten, atau produk. Dari data yang diperoleh itu dapat digunakan untuk pengembangan produk yang telah dihasilkan dan pembuatan kebijakan kolaborasi.

Dalam sistem itu telah terkumpul sekitar 450.000 judul proyek riset yang didanai sejak tahun 2007 sampai 2019. “Sumber dana yang diperoleh antara lain dari hibah ataupun insentif nasional,” kata Konsultan MonevRisbang Winastwan Gora.

Gora menyampaikan saat ini Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) juga telah memanfaatkan Monevrisbang. ”LPDP menggunakan Monevrsibang dalam menjalankan program Pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) untuk penentuan pemberian dana riset,” ucap Gora.

Monevrisbang juga memberikan data kekuatan periset yang tersebar di seluruh dari Sabang sampai Merauke. “Kita juga dapat mencari peneliti berdasarkan kepakaran yang dikuasai oleh peneliti,” ucap Gora. Menurut Hendro Subagyo Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BRIN sistem ini baru ada di Monevrisbang. “Sepengetahuan saya sistem yang memantau rekam jejak peneliti dan penggunaan pendanaannya baru ada di Monevrisbang,” tutur Hendro.

Sebarkan