
Jakarta – Humas BRIN. Penginderaan jauh (remote sensing) menjadi salah satu teknologi keantariksaan yang dapat memberikan banyak manfaat dan dapat diandalkan untuk berbagai bidang mulai dari meteorologi dan klimatologi, oseanografi dan kelautan, hidrologi, geologi, sumber daya alam dan lingkungan, tata guna lahan, maupun transportasi.
Berkat ketekunannya dalam bidang teknologi penginderaan jauh, terutama pemanfaatannya untuk pemantauan sumberdaya alam dan lingkungan, seorang Peneliti Ahli Utama pada Pusat Riset Penginderaan Jauh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Orbita Roswintiarti, berhasil meraih penghargaan tinggi yakni Nurtanio Pringgoadisuryo Memorial Lucture 2022.
Perkembangan riset penginderaan jauh di Indonesia sendiri sudah dimulai sejak pertengahan tahun 1980, artinya sudah lebih dari 40 tahun. Oleh karena itu harapan ke depan riset teknologi dan pemanfaatan penginderaan jauh dapat terus dikembangkan.
“Saat ini tentu saja banyak sekali unit yang terkait dengan kegiatan penginderaan jauh. Yang terpenting misalkan teknologi informasi yang semakin canggih, agar kita mampu memanfaatkan data penginderaan jauh ini untuk kepentingan nasional dan juga berkiprah di dunia internasional,” ujar Orbita, Rabu (30/11), di Jakarta.
Sepak terjang dan prestasi Orbita sebagai periset tidak main-main. Sudah banyak kontribusi ilmiah yang ia torehkan, di antaranya telah mempublikasikan ratusan jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional. Orbita juga pernah mendapat penugasan pada Southeast Asia Fire Danger Rating System Project dimana proyek ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kanada dalam membangun sistem peringkat bahaya kebakaran hutan di wilayah Indonesia.
Sebagai periset berprestasi, perempuan yang mendapatkan gelar sarjana fisika dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Master of Science dan Doktor di bidang Atmospheric Sciences dari North Carolina State University tersebut juga sudah beberapa kali mengemban amanah sebagai pejabat struktural. Mulai dari pejabat eselon tiga hingga puncaknya menduduki jabatan eselon satu Deputi Bidang Penginderaan Jauh.
Sebagai bentuk kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan, Orbita juga aktif dalam berbagai organisasi profesi ilmiah salah satunya Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) .
“Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Kepala BRIN untuk penghargaan ini dan juga kepada keluarga Almarhum Bapak Nurtanio Pringgoadisuryo yang telah memberikan kesempatan dalam memberikan pemahaman yang lebih luas terkait data penginderaan jauh dan pemanfaatannya untuk pembangunan sektor-sektor terkait di Indonesia,” imbuhnya.
Kepakaran perempuan yang lahir di Bloomington, Indiana, USA ini juga tidak lepas dari berbagai pengalaman dan pelatihan yang sudah ia jalani di bidangnya antara lain The First International Training Course on Theoretical and Practical Aspects of Short-term Climate Prediction dari Intenational Research Institut (IRI), USA dan ERS-1 Radar Application Course for Countries Outside Europe in the Coverage Zone of ERS-1 Ground Statiun dari European Space Agency (ESA), Italy.
Orbita meyakini dengan kerja keras dan ketekunan dapat memberikan perubahan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia. Untuk itu dirinya berkomitmen dan berdedikasi tinggi pada bidang yang ia akan terus tekuni yakni teknologi penginderaan jauh. (aps)