
Yogyakarta - Humas BRIN. Reaktor Nuklir Kartini dibangun pada tahun 1974. Baru pada tanggal 1 Maret 1979 diresmikan oleh Presiden Soeharto. Tanggal itu kemudian menjadi titik awal beroperasinya Reaktor Nuklir Kartini. Kini di tahun 2023 Reaktor Nuklir Kartini telah memasuki usianya yang ke-44 tahun.
Fungsi Riset dan Pendidikan
Reaktor Nuklir Kartini ini berjenis TRIGA. TRIGA adalah Training, Research, Isotop Production, sedangkan GA adalah akronim dari nama pabrik General Atomic. Fungsi training dan research sebenarnya melekat pada semua reaktor jenis TRIGA termasuk Reaktor BRIN yang ada di Bandung, Jawa Barat. TRIGA di Yogyakarta ini hanya berkapasitas 100 kWh. Ketika reaktor tersebut dipakai untuk isotop production maka akan kurang efektif karena memerlukan waktu yang sangat lama dibandingkan dengan reaktor TRIGA Bandung. “Fungsi riset untuk reaktor yang di Yogyakarta disesuaikan dengan dayanya. Riset di sini menggunakan analisis aktivasi neutron, sehingga digunakan untuk mendeteksi unsur-unsur yang ada di sebuah sampel dan hingga saat ini masih aktif,†papar Umar.
Ia juga menjelaskan bahwa Reaktor Nuklir Kartini melayani riset terkait instrumentasi dari kendali yang berkaitan dengan instrumentasi neutron atau instrumentasi nuklir. Kemudian untuk fungsi training, Reaktor Nuklir Kartini memberikan dukungan pendidikan untuk digunakan oleh perguruan tinggi, salah satunya adalah Politeknik Nuklir Yogyakarta. Mahasiswa dari jurusan Elektronika ELINS, Elektronika Instrumentasi Nuklir, Elektronika Mekanika Nuklir, dan Teknokimia Nuklir dapat melakukan praktikum di reaktor.
Terkait riset dengan pihak eksternal, pada tahun 2012 dan 2013 terdapat perusahaan BUMN tambang yang memetakan kekayaan alam di Indonesia. Pengguna tersebut mengirim sampel ke Reaktor Nuklir Kartini untuk meneliti kandungan unsur-unsur yang terdapat di dalam sampel tersebut.
Seiring meluasnya fungsi Reaktor Kartini untuk pendidikan ini kemudian melahirkan terobosan baru yakni Internet Reactor Laboratory (IRL). Layanan ini diminati oleh perguruan tinggi di Asia Pasifik. IRL merupakan pratikum operasional Reaktor Nuklir Kartini secara online. “Terdapat banyak potensi dari perguruan tinggi di luar negeri yang ingin menggunakan Reaktor Nuklir Kartini sebagai media pembelajaran, termasuk negara-negara berkembang yang membutuhkan bantuan kerja sama pendidikan. Maka kami dapat memfasilitasi mereka melalui IRL,†terang Umar.
IRL masih menjadi program pendidikan andalan dari Reaktor Nuklir Kartini. Pada tahun 2020 dan 2021, IRL mendapatkan penghargaan top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik oleh KemenpanRB. Target selanjutnya adalah menjadi top 45 dalam kompetisi yang sama.
Saat ini pengelola Reaktor Nuklir Kartini sedang menambah ketersediaan praktikum mata kuliah bagi mahasiswa. Reaktor Nuklir Kartini telah memiliki sembilan topik terkait dengan nuklir yang dapat digunakan oleh perguruan tinggi dari manapun. Salah satunya adalah mata kuliah instrumentasi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dari jurusan Elektro, Elektronika, dan Instrumentasi. Harapannya mahasiswa tersebut dapat belajar terkait dengan penggunaan instrumentasi dan kendali. Untuk itu, pengelola laboratorium juga sudah memasang fasilitas tersebut untuk pembelajaran.
Selama tahun 2022 Reaktor Nuklir Kartini telah membimbing 50 mahasiswa untuk melaksanakan kerja praktek, tugas akhir, maupun MBKM. Pada Februari 2023 ini sudah lebih dari 10 mahasiswa yang tercatat melaksanakan kerja praktik dan tugas akhir.
Keamanan Fasilitas Reaktor Nuklir Kartini
Reaktor Nuklir Kartini berada di Kawasan Sains dan Edukasi Achmad Baiquni Babarsari, Yogyakarta. Wilayah ini berkembang menjadi kawasan padat penduduk jika dibandingkan dengan awal keberadaannya di tahun 1979 silam. Untuk itu, pengelola selalu mensosalisasikan keberadaan Reaktor Nuklir Kartini dengan harapan tidak terjadi kecelakaan sekecil apapun. “Kami memberi jawaban kemaanan dengan bukti,†terang Umar.
Dari sisi radiasi, maka radiasi Reaktor Nuklir Kartini ini ketika beroperasi jauh lebih kecil dibandingkan saat melakukan rontgen. Rontgen sendiri menggunakan radiasi elektromagnetik yang sama dengan Reaktor Nuklir Kartini. Pengelola terus melaksanakan optimasi, justifikasi, dan limitasi untuk membuktikan keamanan.
Mitigasi bencana
Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang rawan dengan bencana alam, salah satunya adalah gempa. Oleh sebab itu, mitigasi bencana di Reaktor Nuklir Kartini menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Umar menjelaskan, bangunan reaktor sudah didesain untuk tahan gempa. Sejak Reaktor Nuklir Kartini berdiri, gempa yang paling terasa di fasilitas ini adalah gempa yang melanda DIY pada tahun 2006. Saat gempa 2006 terjadi, di dalam Reaktor Nuklir Kartini hanya merasakan ukuran kegempaan sebesar 0,15 Gravity (G).
Pascagempa besar 2006, pengelola Reaktor Nuklir Kartini kemudian melakukan evaluasi. Tahun 2007 konstruksi Reaktor Nuklir Kartini langsung diperkuat menjadi tahan gempa hingga ukuran 0,5 G. Tahun 2015 lebih diperkuat menjadi 0,3 G. Mereka telah melakukan antisipasi sejak awal dibangun dan diperkuat lagi untuk lebih tahan kegempaan.
Dari sisi kesiapan SDM dalam mitigasi bencana, sudah menjadi sebuah kewajiban bagi fasilitas nuklir untuk mengikuti aturan internasional dan nasional. Terkait dengan Safety, Security, Safeguards (3S), Umar menjelaskan bahwa untuk safety mereka wajib mengadakan pelatihan kedaruratan nuklir minimal sekali dalam satu tahun. Di dalamya ada tim radiasi, bantuan medis, dan lain-lain. Masing-masing dari tim tersebut melakukan pelatihannya minimal dua kali setahun. Kemudian sertifikasi personil operator pun harus tersertifikasi operasi, radiasi, safeguards, dan security. Reaktor Kartini juga selalu dipantau oleh badan pengawas dan badan pengawas tersebut dipantau oleh International Atomic Energy Agency (IAEA). Secara rutin IAEA datang ke Indonesia setiap tahunnya untuk melakukan pengawasan.
Ke depan Umar dan tim ingin memaksimalkan penggunaan Reaktor Nuklir Kartini. “Negara sudah membangun, kami ingin mengembalikan manfaatnya untuk negara. Kami berusaha untuk memperpanjang hingga 30 tahun lagi, tahun ini kami rencana mendatangkan ahli dari IAEA untuk melihat kesiapan Reaktor Nuklir Kartini dari sisi penuaan,†harap Umar.
Selain
itu, ia juga berharap semakin banyak pengguna yang dapat memaksimalkan potensi Reaktor
Nuklir Kartini. Seperti halnya mahasiswa praktikum meskipun dilakukan dari
jarak jauh. Umar memprediski potensi jangkauan Reaktor Nuklir Kartini secara nasional
baru mencakup 25% dan ini perlu ditingkatkan. Ia berharap Reaktor Nuklir Kartini
semakin tua dapat semakin bermanfaat bagi anak bangsa. (hmp)