Cibinong - Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penghargaan Indonesia Innovator Lecture kepada Syaifullah Muhammad, Kepala Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syah Kuala. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko di KST Soekarno, Cibinong, Minggu (11/8). Kegiatan ini menjadi rangkaian Indonesia Research and Innovation Expo (INARI Expo) 2024.
Deputi Sumber Daya Iptek BRIN, Edy Giri Rachman Putra, mengatakan bahwa inovasi harus dapat mendorong kemajuan di berbagai sektor. Untuk itu BRIN bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan penghargaan kepada innovator yang telah memberikan manfaat hasil inovasinya dan memberikan nilai tambah ekonomi pada masyarakat luas.
“Kategori tokoh individu yang diberikan penghargaan ini yaitu telah memberikan kontribusi berpengaruh pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemudian dia juga aktif mensosialisasikan hasil inovasinya pada masyarakat," ujar Edy.
"Selain itu, tokoh ini juga telah menghasilkan inovasi yang nyata dan dimanfaatkan secara komersial serta tetap mengikuti regulasi yang berlaku," lanjutnya.
Syaifullah Muhammad memperoleh penghargaan ini berkat inovasi berbasis riset pada minyak nilam (patchouli). Ia mengatakan bahwa nilam ini merupakan 10 besar komoditas utama di Aceh. Inovasi yang dilakukannya bukan hanya terkait ekstraksi minyak nilam saja, melainkan juga meliputi proses penanaman dan budidaya, hingga produk turnannya.
Dalam lecture penghargaan ini, Syaifullah Muhammad mengatakan bahwa produk tanaman nilam saat ini telah banyak dikomersialisasikan oleh Industri. "Saat ini telah ada 30 hak kekayaan intelektual dari produk tanaman nilam, dan sebagian sudah dikomersialisasikan oleh mitra industri. Minyak nilam ini telah diekspor ke berbagai negara, salah satunya Prancis,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BRIN, dalam sambutannya mengatakan, BRIN mendukung ekosistem untuk pengembangan kompetensi dan kapsitas periset baik di kampus, lembaga riset, dan industri. Pemberian penghargaan kepada innovator ini adalah bentuk dukungan tersebut.
Pemberian penghargaan ini merupakan kerja sama BRIN dengan (LPDP). Tujuannya yaitu sebagai bentuk penghargaan tertinggi secara berkelanjutan kepada perorangan atau kelompok instansi/ lembaga/ perguruan tinggi/ dan industri yang berasal dari internal maupun eksternal. "Penghargaan ini diberikan melalui upaya inovasi dalam karya nyata teknologi dan telah digunakan atau diproduksi oleh industri. Dengan demikian, inovasi ini memberikan nilai tambah ekonomi dan berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi bangsa," tutup Handoko. (MM)