Jakarta - Humas BRIN. Bens Pardamean, Profesor bidang Ilmu Komputer yang juga Direktur Pusat Bioinformatics & Data Science Research Center NVIDIA-BINUS AI R&D Center Universitas Bina Nusantara terpilih sebagai ilmuwan Indonesia ke-32 penerima Sarwono Award yang diserahkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo Gedung B.J. Habibie, Jl. M.H. Thamrin Jakarta Pusat, Jumat (23/8).
Pria kelahiran Sibolga 63 tahun lalu yang akrab disapa Bens, adalah tokoh terkemuka pakar teknologi dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di kancah global. Kiprahnya sebagai seorang praktisi, peneliti, konsultan, pengusaha, dan akademisi terbukti mampu berkontribusi signifikan dalam bidang teknologi informasi, bioinformatika, dan pendidikan.
Dalam sambutannya, Bens mengaku terharu sekaligus bangga memperoleh Penghargaan Sarwono Award 2024 dari BRIN. “Terima kasih kepada BRIN dan LPDP atas pemberian Sarwono Award yang cukup menyentuh dan membanggakan karena meneruskan legacy Bapak Sarwono yang telah membangun pentingnya penelitian di Indonesia,” tuturnya.
Menurutnya, keberhasilkan ini merupakan hasil kerja keras tim yang dibangunnya sejak tahun 2017 di Pusat Bioinformatics & Data Science Research Center NVIDIA-BINUS AI R&D Center sebagai satu-satunya di Indonesia.
Bens menjelaskan bahwa penelitian bioinformatika ini merupakan multidisiplin bidang teknologi informasi, medical science, dan mathematical science. Lebih jauh dia meyakini penelitian bioinformatika akan sangat penting bagi kemajuan bangsa. “Menggabungkan tiga multidisiplin ini dengan data sciences di era artificial intelligence ini perlu kita perkuat dan kembangkan oleh para peneliti di Indonesia,” pesannya.
Dia berharap melalui Sarwono Award ke depannya akan mendorong para peneliti muda untuk meneruskan apa yang sudah dirintis Sarwono dan kemudian dilanjutkan dirinya, sehingga penelitian bioinformatika yang didukung teknologi AI akan semakin bergaung.
Di akhir sambutannya, Bens menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci keberhasilan. “keringat, waktu, dan tenaga yang sudah kita keluarkan merupakan investasi yang perlu disinergiskan melalui kolaborasi dan sharing resources. Jangan lupa mengajak A (akademisi), B (bisnis komersial), C (komunitas), dan G (government) untuk mengoptimalkan hasil riset ini sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dalam sambutannya menyatakan bahwa Sarwono Award merupakan penghargaan prestisius yang diberikan kepada periset dengan pencapaian seumur hidup (a lifetime achievement). Penghargaan ini dianugerahkan kepada individu yang memiliki prestasi luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berdampak nyata bagi masyarakat. (ugi)