IDEN

Detail Berita

Siwabessy Award Apresiasi Talenta Riset dan Inovasi Indonesia Bidang Iptek Nuklir

Diterbitkan pada 6 Desember 2024

Jakarta-Humas BRIN. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengungkapkan, saat ini BRIN menyelenggarakan Penganugerahan Siwabessy Award ketiga, dengan menambahkan Penerima Penghargaan Siwabessy Award, karena sebelumnya hanya G.A. Siwabessy Memorial Lecture. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penghargaan puncak apresiasi talenta riset dan inovasi di Indonesia.

“Selain Siwabessy Award, ada Nurtanio Award, Sarwono Award, Innovator Award, lalu Habibie Prize. Penghargaan ini diberikan oleh pemerintah melalui BRIN dan LPDP, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar di dunia riset dan inovasi,” ujar Handoko dalam Anugerah Talenta Unggul Siwabessy Award dan G.A. Siwabessy Memorial Lecture 2024, serta Bincang Ekosistem Riset Inovasi Ketenaganukliran Nasional, di Gedung B.J. Habibie Jakarta, Kamis (5/12).

Handoko menambahkan, penghargaan ini tidak hanya ditujukan bagi kalangan BRIN, tetapi juga terbuka bagi seluruh komunitas riset dan inovasi di Indonesia, mulai kampus hingga industri. “Program ini merupakan bagian dari manajemen talenta nasional yang dimulai dari pendidikan S1, S2, S3 hingga post-doctoral, untuk menghasilkan talenta riset yang siap menjadi pemimpin masa depan,” lanjutnya.

Tahun ini, jelas Handoko, Siwabessy Award diberikan kepada Prof. Zaki Su'ud, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terlibat dalam riset dan teknologi, terutama di bidang iptek nuklir. Handoko juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai lembaga riset, universitas, dan industri untuk mempercepat kemajuan teknologi nuklir di Indonesia.

“Salah satu fokus BRIN adalah revitalisasi reaktor riset Siwabessy, yang juga akan digunakan untuk produksi radioisotop dan radiofarmaka. BRIN juga sedang menjajaki kerja sama internasional dalam pengembangan teknologi reaktor nuklir untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). BRIN menyediakan platform kolaborasi untuk akselerator dan reaktor nuklir, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas dalam riset teknologi nuklir,” urainya.

Sebelum menutup sambutannya, Handoko menyampaikan harapannya agar Siwabessy Award dan seluruh program pengembangan talenta ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa dan peneliti muda. Untuk berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara.

"Semoga apa yang kita lakukan ini dapat memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa, negara, dan masyarakat kita," tutup Handoko.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, menekankan pentingnya riset yang berbasis pada masalah dan kebutuhan konkret yang dihadapi bangsa, seperti dalam pengembangan teknologi nuklir. Menurutnya, riset yang fokus pada pemecahan masalah tersebut sangat dibutuhkan untuk menghasilkan solusi cerdas dan efisien, terutama di bidang kesehatan dan energi.

Dalam acara yang digelar oleh BRIN dan didukung oleh LPDP, Hetifah mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan diaspora Indonesia dalam mendukung riset dan inovasi yang bertujuan untuk kemajuan bangsa. Hetifah menilai dengan melibatkan talenta unggul, Indonesia dapat menciptakan solusi yang tepat guna dan efisien dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi.

“Riset harus berbasis pada masalah yang nyata. Misalnya, riset nuklir yang aplikasinya sangat besar untuk kesehatan dan bidang lainnya. Ini membutuhkan pemikiran yang cerdas dan solusi yang efisien,” ungkap Hetifah saat wawancara awak media.

Dia menyoroti pentingnya menciptakan kebijakan yang berbasis pada data yang lengkap dan transparan, terutama terkait dengan penerimaan publik terhadap teknologi nuklir. “Untuk meyakinkan masyarakat bahwa nuklir dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif, dibutuhkan kajian yang mendalam serta dukungan kebijakan yang tepat,” terangnya.

Hetifah menyatakan dukungannya terhadap upaya BRIN dan Kemendiktisaintek dalam mendorong riset dan pengembangan teknologi. Salah satunya adalah pentingnya memberikan peluang kepada generasi muda Indonesia, melalui LPDP dan program-program magang di luar negeri, untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam bidang-bidang yang vital, termasuk iptek nuklir.

“Kami berharap LPDP dapat memberikan porsi yang lebih besar untuk bidang-bidang yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak muda kita. Semoga mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang di luar negeri, dan membawa pengetahuan tersebut kembali ke Indonesia,” tandasnya. (rd/ed. ns)