IDEN

Detail Berita

Sarwono Award dan SML 2025: Menyalakan Semangat Riset Generasi Muda Indonesia

Diterbitkan pada 26 Agustus 2025

Jakarta-Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menggelar acara tahunan bergengsi Anugerah Talenta Unggul Sarwono Award dan Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture (SML). Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menjelaskan, penghargaan ini bukan penghargaan BRIN, tetapi penghargaan dari pemerintah Indonesia untuk insan-insan terbaik negeri ini. Diharapkan bisa memberikan inspirasi dan motivasi untuk generasi muda mendatang di berbagai bidang.

“Sehingga kita tidak akan kekurangan generasi muda penerus para penerima, dan juga pemberi lecture dari berbagai penghargaan tersebut. Ini merupakan bentuk kehadiran dari negara, untuk komunitas iptek, sains, teknologi, dan inovasi di Indonesia,” tambah Handoko saat memberikan sambutan pada anugerah tersebut di Gedung B.J. Habibie Jakarta Pusat, Senin (25/08).

Handoko mengapresiasi Prof. Taniawati Supali sebagai penerima Sarwono Award pada tahun ini, dan juga kepada Prof. Dr. Dante Saksono Harbuwono sebagai pemberi orasi ilmiah Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture.

“Pada tahun ini BRIN akan fokus pada kesehatan, jadi kami ada komunitas dan bukan hal baru kalau di keluarga besar BRIN. Karena Sarwono Award adalah memori dari pendiri LIPI pada saat itu Prof. Sarwono yang juga dokter. Ada Siwabessy Award nanti Desember untuk nuklir, yaitu Gerrit Augustinus Siwabessy sebagai pendiri BATAN, yang notabene juga seorang dokter,” ungkapnya.

Sebelumnya, lanjut Handoko, BRIN juga menggelar Innovator Award sebagai carry over dari penghargaan Engineering Award waktu itu oleh BPPT. Ada juga Nurtanio Award terkait untuk antariksa dan penerbangan, serta LIPI Prize. “Ada cukup banyak penghargaan, yang saat ini semuanya secara resmi sudah diakuisisi oleh pemerintah,” ujarnya.

Di BRIN banyak periset dari organisasi-organisasi kesehatan yang juga masuk ke biologi. “Kami memang banyak masuk saat ini ke area-area biologi melukuler, precision medicine, termasuk personalized medicine, termasuk genomic,” terangnya.

Handoko juga mengapresiasi para periset BRIN dan periset di kampus. BRIN dalam 3 tahun terakhir, jumlah publikasi yang berkaitan dengan biologi molekuler hampir 4 kali lipat kenaikannya, itu menunjukkan bahwa memang ini topik yang sangat menarik.

“Memang kami banyak melakukan investasi, terkait infrastruktur, peralatan, dan termasuk juga SDM baru yang aktif melakukan riset di bidang-bidang biologi melukuler, termasuk pokoknya semua yang omnics. Tidak usah khawatir kalau peralatan yang belum ada, kami bisa menyediakan. Apapun yang ada di BRIN kita sediakan untuk semuanya, tidak hanya untuk periset BRIN, tapi juga untuk teman-teman di kampus, dan juga industri,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Sarwono Award 2025 dianugerahkan kepada Prof. Dr. Dra. Taniawati Supali, Guru Besar Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia dikenal luas atas risetnya dalam pengendalian filariasis atau kaki gajah dan kecacingan, yang berdampak besar pada kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil Indonesia. Kontribusinya tidak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga internasional, dengan penghargaan dari Bill & Melinda Gates Foundation serta Bosscha Medal dari LDE Universities.  

Sementara itu, orasi ilmiah Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture 2025 disampaikan oleh Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD-KEMD, PhD, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI dan Wakil Menteri Kesehatan RI periode 2024–2029. Prof. Dante dikenal sebagai pakar diabetes molekuler pertama di Indonesia, dengan lebih dari 60 publikasi ilmiah internasional. (ns)