Jakarta-Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), kembali menggelar acara tahunan bergengsi Anugerah Talenta Unggul Nurtanio Award dan Nurtanio Pringgoadisuryo Memorial Lecture (NML) 2025. Kepala BRIN Arif Satria menegaskan, penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi pemerintah Indonesia bagi insan-insan terbaik bangsa yang berdedikasi luar biasa di bidang penerbangan dan antariksa sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2022. Penghargaan ini diharapkan terus menjadi inspirasi dan motivasi bagi para peneliti, ilmuwan, serta generasi muda untuk berkarya demi kemajuan bangsa.
“Terdapat lima penghargaan talenta unggul yang diberikan pemerintah melalui BRIN bersama LPDP setiap tahunnya, salah satunya Nurtanio Award dan Nurtanio Pringgoadisuryo Memorial Lecture. Tahun ini kami berikan kepada Dr.-Ing. Ir. Wahyudi Hasbi, S.Si., M.Kom. sebagai penerima Nurtanio Award 2025, serta kepada Prof. Premana Wardayanti Premadi, Ph.D. selaku pemberi orasi ilmiah Nurtanio Pringgoadisuryo Memorial Lecture 2025. Kepada keduanya, kami ucapkan selamat atas dedikasi dan kontribusi luar biasa secara nasional maupun global dalam pengembangan ilmu penerbangan dan antariksa,” ujar Arif Satria saat memberikan sambutan pada acara penganugerahan di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta Pusat, Kamis (27/11).
Arif Satria menambahkan, di era modern ini teknologi kedirgantaraan memegang peran strategis, mulai dari pemantauan lingkungan, mitigasi bencana, komunikasi nasional, navigasi, hingga pengelolaan sumber daya alam. Berkat inovasi dan kerja keras Wahyudi Hasbi bersama timnya, Indonesia kini semakin mandiri dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi satelit secara efektif dan berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, Sains antariksa yang dikembangkan Prof. Premana Wardayanti Premadi telah membuka cakrawala baru dalam riset atmosfer atas, dinamika antariksa, tata surya, galaksi, hingga teknologi wahana antariksa, sekaligus meningkatkan kapasitas ilmu dasar nasional dan kontribusi Indonesia di komunitas ilmiah internasional. Beliau merupakan astronom perempuan pertama Indonesia yang meraih gelar doktor di bidang astrofisika, dan namanya diabadikan oleh International Astronomical Union sebagai asteroid utama 12937 Premadi.
“Kita memiliki banyak fasilitas kelas dunia yang terus kami kembangkan untuk mendukung riset kedirgantaraan dan keantariksaan. Salah satunya Observatorium Nasional Gunung Timau di Nusa Tenggara Timur yang kini menjadi observatorium terbesar di Asia Tenggara. Fasilitas ini terbuka luas untuk pendidikan astronomi, penelitian sains antariksa, hingga kolaborasi tingkat global. Semua infrastruktur BRIN kami sediakan bagi periset BRIN, perguruan tinggi, industri, dan seluruh komunitas iptek nasional,” pungkas Arif Satria.
Sebagai informasi, Nurtanio Award 2025 dianugerahkan kepada Dr.-Ing. Ir. Wahyudi Hasbi, S.Si., M.Kom., Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit sekaligus Peneliti Ahli Utama Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN. Ia dikenal sebagai tokoh kunci di balik keberhasilan satelit LAPAN-A1/TUBSAT, LAPAN-A2, LAPAN-A3, serta mentor pengembangan satelit nano generasi muda Indonesia. Orasi ilmiah Nurtanio Pringgoadisuryo Memorial Lecture 2025 disampaikan oleh Prof. Premana Wardayanti Premadi, Ph.D., profesor astrofisika dan kosmologi ITB, mantan Direktur Observatorium Bosscha (2018–2023), dengan judul “Peran Sains dan Teknologi Antariksa dalam Upaya Memahami Diri dan Semesta” yang berhasil menginspirasi ratusan hadirin tentang masa depan eksplorasi antariksa Indonesia. (ea)