IDEN

Detail Berita

BRIN dan UKSW Bahas Kolaborasi Riset Kepercayaan dan Agama Lokal

Diterbitkan pada 14 Januari 2026

Semarang - Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Agama dan Kepercayaan (PR AK) mendiskusikan kolaborasi riset dengan Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations (CSR-CMR) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Senin, (12/1). Pertemuan tersebut membahas kolaborasi riset tentang eksistensi dan problematika kepercayaan dan agama lokal di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua CSR-CMR UKSW, Sumanto Al-Qurtuby, menjelaskan bahwa CSR-CMR merupakan Center of Excellent yang tidak hanya menjadi pusat kajian, tetapi juga membuka program studi doktoral dalam bidang agama-agama dan relasi kristen-muslim yang langsung berada di bawah Rektor UKSW. “Center ini bertujuan untuk pengembangan keilmuan termasuk melalui riset dan publikasi tentang religion, inter/intra-religoius encounters, dan christian-muslim relations,” terangnya.

Dalam rangka penguatan kelembagaan ini, CSR-CMR UKSW memandang PRAK BRIN sangat sesuai sebagai mitra kolaborasi yang dapat bersinergi untuk pengembangan keilmuan di bidang keagamaan.

Ketua Kelompok Riset Kepercayaan dan Agama Minoritas PR AK BRIN, Joko Tri Haryanto menyatakan fokus dan program CSR-CMR UKSW sangat bersesuaian dengan bidang riset pada PRAK BRIN. Terlebih tema agama-agama lokal dan kepercayaan yang menjadi fokus dari kelompok riset tersebut. “Terlebih lagi, Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (IPSH) BRIN mulai 12 Januari 2026 ini membuka Call for Research Collaboration (CFRC) Rumah Program tahun 2026 denga dua tema besar, yaitu Keindonesiaan dan Dinamika Kontemporer,” papar Joko.

Pada tema Dinamika Kontemporer, salah satu topiknya yaitu dinamika keagamaan minoritas di Indonesia Kontemporer yang mencakup sub-subtopik: Pertama, jaminan kebebasan beragama dan perlindungan hak minoritas. Kedua, administrasi kependudukan dan politik identas politik Kepercayaan. Ketiga, moderasi beragama, polarisasi sosial, dan risiko intoleransi. Keempat, pengakuan budaya, akses pendidikan, dan dekolonisasi pengetahuan. Kelima, tantangan implementasi dan uji konsistensi politik.

“Topik-topik ini sangat strategis dan potensial untuk dilakukan riset kolaboratif antara Kelompok Riset Kepercayaan dan Agama Minoritas PRAK BRIN dengan CSR-CMR UKSW,” tambahnya.

Diskusi tersebut menghasilkan keputusan dibentuknya tiga tim riset kolaborasi untuk penyusunan proposal Rumah Program IPSH 2026 yang melibatkan anggota Kelris Kepercayaan dan Agama Minoritas PRAK BRIN dengan CSR-CMR UKSW, di antaranya tentang politik inklusi penghayat kepercayaan, implementasi pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan YME, dan dinamika relasi penghayat kepercayaan. 

Selain pengusulan proposal rumah program, juga akan dibentuk tim riset untuk pengajuan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) dan kegiatan publikasi bersama baik melalui seminar/sharing session maupun penulisan artikel jurnal internasional dan penerbitan buku internasional.

Hadir dalam pertemuan tersebut, anggota Kelompok Riset Kepercayaan dan Agama Minoritas, antara lain Joko Tri Haryanto, Mustolehudin, Zakiyah, Setyo Boedi Oetomo, dan Umi Masfiah. Sementara dari pihak CSR-CMR UKSW dihadiri Dekan Fakultas Theologi UKSW, Izak Lattu, dan dosen-dosen lainnya. (mn/ed: tnt)