IDEN

Detail Berita

BRIN dan Unesa Jalin Kemitraan Strategis Dokumentasikan Pengetahuan Lokal

Diterbitkan pada 29 April 2026

Surabaya-Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah (RMPI) memperkuat komitmennya dalam menjaga kekayaan intelektual bangsa melalui kunjungan strategis ke Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kerja sama strategis dalam pengembangan dan penguatan pendokumentasian pengetahuan lokal. 

“Kami mengajak seluruh sivitas akademika FBS Unesa untuk terlibat aktif mengirimkan karya berbasis pengetahuan lokal melalui program Akuisisi Pengetahuan Lokal (APL),” jelasnya saat berkunjung yang disambut hangat oleh Dekan FBS Unesa Syafi’ul Anam, di Ruang Dekanat FBS Unesa Surabaya, pada Selasa (28/04).

Hadir pula Wakil Dekan Bidang I Anas Ahmadi, serta Zulidyana Dwi Rusnalasari Dosen Prodi S1 Sastra Inggris yang juga bertindak sebagai narahubung kerja sama. 

Direktur RMPI BRIN Hendro Subagyo menjelaskan, program ini merupakan langkah strategis BRIN untuk menyelamatkan dan melestarikan kearifan lokal Indonesia, mulai dari pengetahuan tradisional, sejarah, seni, hingga praktik budaya. 

“Output dari program ini adalah konversi materi tersebut menjadi sumber literasi terbuka (Open Access) yang kredibel, baik dalam bentuk buku (manuskrip) maupun karya audiovisual. BRIN menawarkan insentif sebagai bentuk apresiasi bagi penulis atau kreator yang karyanya berhasil melewati proses kurasi, dan diterbitkan oleh Penerbit BRIN,” tambahya. 

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan kesiapan BRIN untuk hadir memberikan pendampingan teknis secara langsung ke kampus, apabila FBS Unesa mampu menghimpun minimal 40 karya potensial. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu para pengajar dan mahasiswa dalam memenuhi standar kurasi nasional. 

“Hingga saat ini, program APL telah mencatat keberhasilan nyata dengan mengakuisisi ribuan konten dari berbagai penjuru nusantara. Capaian ini menunjukkan bahwa komitmen BRIN dalam memastikan kearifan lokal tidak punah sangatlah serius. Sehingga dokumentasi ilmiah tersebut dapat diakses secara luas guna mendukung inovasi masa depan,” ungkapnya. 

Melalui kerja sama strategis ini, ia berharap kontribusi akademis dari FBS Unesa dapat meluas hingga ke level diseminasi nasional. “Sinergi ini bukan sekadar produksi karya ilmiah. Melainkan sebuah gerakan bersama untuk menjaga identitas budaya Indonesia melalui publikasi yang berkualitas dan berkelanjutan,” tutupnya. (bby/ed. ns)