IDEN

Detail Berita

BRIN Soroti Pentingnya Kebijakan Berbasis Riset untuk Mitigasi Krisis Sosial-Ekologis

Diterbitkan pada 8 Mei 2026

Jakarta-Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan pentingnya penguatan kebijakan berbasis riset dalam menghadapi krisis sosial-ekologis yang semakin kompleks di Indonesia. Penguatan evidence-based policy dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan tetap berjalan seimbang dengan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.

“BRIN dan OR IPSH berkomitmen memperkuat evidence-based policy sebagai dasar mitigasi krisis sosial-ekologis yang semakin kompleks,” tegas Muhammad Najib Azca, Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN dalam kegiatan diskusi dan peluncuran buku Approaching Natural Resources for Sustainable Development in Indonesia: Confronting the Socio-Ecological Crisis, pada Kamis (7/5), di Kawasan BRIN Gatot Subroto, Jakarta.

Najib mengatakan bahwa berbagai bencana ekologis yang terjadi belakangan menjadi pengingat penting perlunya tata kelola pembangunan yang lebih berkelanjutan. “Buku ini sangat relevan di tengah meningkatnya krisis sosial-ekologis dan pentingnya pembangunan yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” ujar Najib.

Buku yang diterbitkan oleh Springer tersebut memuat 21 chapter hasil kajian multidisiplin mengenai pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Najib berharap sebagai publikasi ilmiah, buku menjadi referensi dalam memperkuat diskursus publik dan memberi kontribusi nyata terhadap kebijakan pembangunan nasional.

Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana memastikan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, pembangunan berkelanjutan perlu dipahami secara menyeluruh dengan mempertimbangkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, serta tata kelola kebijakan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara peneliti, pemerintah, praktisi, dan masyarakat dalam menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan perlu dilakukan secara bersama-sama dan berorientasi jangka panjang.


Pendekatan Interdisipliner dan Multiperspektif
Pada kesempatan itu, editor buku sekaligus Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Masyarakat dan Budaya BRIN, Henny Warsilah, menjelaskan bahwa buku tersebut membahas berbagai persoalan sosial-ekologis dalam pengelolaan sumber daya alam melalui pendekatan interdisipliner dan multiperspektif.

“Buku ini mengangkat krisis sosial-ekologis sumber daya alam melalui pendekatan interdisipliner dan multi-perspektif,” ujar Henny.

Ia menjelaskan, buku tersebut melibatkan lebih dari 20 penulis dari berbagai bidang ilmu, mulai dari sosial-humaniora, politik, ekonomi, hukum, hingga lingkungan. Selain itu, buku tersebut juga melibatkan akademisi internasional dari Malaysia, Jepang, dan Australia.

Menurut Henny, pemanfaatan sumber daya alam yang tidak dikelola secara berkelanjutan dapat memunculkan berbagai persoalan sosial dan ekologis, seperti marginalisasi sosial, kemiskinan, krisis air bersih, hingga bencana lingkungan di berbagai wilayah.

“Keunikan buku ini terletak pada analisis pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan perspektif sosial, ekonomi, politik, hukum, dan lingkungan,” tambahnya.

Melalui buku tersebut, BRIN berharap hasil-hasil riset dapat menjadi referensi ilmiah sekaligus masukan strategis dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat lintas generasi. (my/ed. mfs)