IDEN

Detail Berita

Di Hadapan Siswa SMKN 2 Tangerang, Peneliti Ungkap Kolaborasi BRIN Lahirkan Komponen Berkualitas untuk Industri

Diterbitkan pada 24 Mei 2026

Tangerang Selatan-Humas BRIN. Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Kekuatan Struktur Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Budi Haryanto, menjelaskan bahwa kegiatan riset yang telah dilakukan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra industri, antara lain Politeknik Negeri Madiun, PT INKA, PT KAI, serta pabrikan otomotif di Bandung, menghasilkan komponen berkualitas yang digunakan untuk industri. Hal tersebut diungkapkannya saat  Kunjungan siswa SMK Negeri 2 Tangerang menjadi salah satu upaya memperkenalkan dunia riset kepada pelajar vokasi sejak dini (19/05).

“Fokus pengembangan diarahkan pada desain dan pembuatan purwarupa struktur atau komponen yang lebih ringan, kuat, dan efisien dengan memanfaatkan material logam maupun nonlogam, seperti komposit, sebagai alternatif material konvensional. Riset, inovasi, serta pengembangan struktur dan material alternatif menjadi fokus utama untuk menghasilkan struktur yang lebih ringan, kuat, dan efisien,” ujar Budi. 

Menurutnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalankan riset melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra industri untuk mengembangkan desain dan purwarupa komponen yang lebih ringan, kuat, dan efisien, didukung pengujian laboratorium serta pemanfaatan material komposit untuk berbagai aplikasi, termasuk transportasi dan pipa bawah laut.

Menurut Budi, pengujian (testing) merupakan bagian penting dalam proses riset. Laboratorium Mekanika, Material, dan Struktur berperan dalam mendukung berbagai kegiatan penelitian dan inovasi, mulai dari pengujian struktur, inspeksi, hingga sertifikasi produk. 

“Laboratorium ini juga memiliki fungsi strategis dalam mendukung penelitian, inovasi, dan pengembangan teknologi nasional melalui layanan pengujian, kalibrasi, inspeksi teknis, serta sertifikasi,” sebutnya.

Selain transportasi, riset juga mencakup struktur pipa bawah laut untuk distribusi minyak mentah melalui kerja sama industri. Pengembangan difokuskan pada optimasi desain agar menghasilkan komponen yang ringan, aman, dan kuat, dengan memanfaatkan material nonlogam seperti komposit sebagai alternatif baja atau aluminium  pada sarana transportasi.

Sementara itu, Kepala Jurusan Teknik Sepeda Motor SMK Negeri 2, Yuyu Wahyudin, menyatakan kunjungan ini memberi gambaran nyata penerapan ilmu di industri dan riset, serta menilai BRIN tepat untuk memperlihatkan proses pengujian teknologi kepada siswa.

Ke depan, penguatan fasilitas laboratorium dan modernisasi peralatan pengujian penting untuk meningkatkan kualitas riset. Melalui kolaborasi, layanan industri, dan kerja sama pendidikan, BRIN diharapkan memperkuat daya saing riset nasional. (tae,grp/ed:jh,jml)