IDEN

Detail Berita

BRIN Implementasikan Inovasi Teknologi untuk Kendalikan Karhutla di Palangka Raya

Diterbitkan pada dalam sejam

Palangka Raya - Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengimplementasikan inovasi dan teknologi untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.  Inovasi dan teknologi yang diimplementasikan ialah Dumacron (NaCl 2-5 Micron), Drone Thermal dan LiDAR, serta Singkong-APP Retardant.

Kepala BRIN Arif Satria pada Kamis (5/11) meninjau langsung implementasi riset pemadaman api di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang dilaksanakan oleh 19 periset BRIN dari Pusat Riset Kimia Molekuler, Pusat Riset Iklim & Atmosfer, Pusat Riset Kebencanaan Geologi, dan Pusat Riset Geoinformatika. 

Pada kunjungan tersebut Arif menyaksikan pengoperasian drone untuk Dumacron. Dari hasil laporan di lapangan, penggunaan Dumacron lebih efisien untuk modifikasi cuaca dibandingkan dengan NaCl.

“Ini efisiensinya akan lebih tinggi karena dengan pesawat konvensional kita menggunakan NaCl. Kalau biasanya menggunakan NaCl 100 kilogram, dengan Dumacron cukup 1 kilogram. Jadi, ini kurang lebih sekitar seperatus efisiensinya,” kata Arif usai peninjauan.

Selain Dumacron, Arif juga menyaksikan pemanfaatan drone berteknologi thermal dan LiDAR untuk memetakan kondisi lapangan. Kegiatan dilanjutkan dengan verifikasi dan validasi hasil survei menggunakan drone, guna memastikan data dan kondisi lapangan sesuai dengan hasil pengamatan sehingga dapat menjadi dasar evaluasi dan pengembangan riset selanjutnya.

“Saya dan Pak Menteri Kehutanan intensif melakukan komunikasi untuk melangkah demi percepatan ini. Terima kasih kepada Pak Menteri yang telah bersama-sama menyiapkan misi BRIN untuk menyelesaikan masalah karhutla dengan beberapa teknologi seperti pemanfaatan drone Thermal dan LiDAR, terutama untuk menyelesaikan dan memantau bagaimana situasi perkembangan terkini kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Selain Dumacron serta Drone Thermal dan LiDAR, Arif juga menerima laporan terkait implementasi Singkong-APP Retardant untuk kebakaran hutan di Kecamatan Jabiren. Implementasi Singkong-APP ini dilaksanakan oleh Personel Pusat Riset Kimia Molekuler dari Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN.

Tak hanya BRIN dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Arif mengatakan, BRIN juga bersama-sama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan Universitas Palangka Raya terus berkoordinasi menuntaskan masalah karhutla, yang menjadi atensi Presiden RI Prabowo Subianto. Ia juga menegaskan, bahwa BRIN mendukung penuh riset yang dilakukan Universitas Palangka Raya, yang tengah mengembangkan riset teknologi penanganan kebakaran di lahan gambut. 

“Ini merupakan komitmen Bapak Presiden RI untuk menuntaskan masalah karhutla. Ini selalu dimonitor oleh Bapak Presiden setiap saat perkembangannya dan beliau juga memerintahkan BRIN untuksegra melakuakn langkah dalam rangka pengembanfan teknolofi di lapangan,” ujarnya. (SBN)