Bandung, Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melalui Pusat Riset Sains Data dan Informasi, berkolaborasi dengan Moroccan Mediterranean Association of Sciences and Sustainable Development menyelenggarakan Edisi Kelima International Conference on Networking, Information Systems & Security (NISS 2022) dengan tema “Envisage Intelligent Systems in 5G/6G-based Interconnected Digital Worlds” melalui pertemuan virtual, Rabu-Kamis (30-31/03).

NISS merupakan konferensi komprehensif yang berfokus pada berbagai pengembangan Sistem Informasi Cerdas, Keamanan Siber dan Teknologi Jaringan. Tujuan utama NISS adalah untuk meningkatkan penelitian para periset di seluruh dunia dan mengarah pada inovasi mutakhir serta mendorong diskusi terbuka tentang perkembangan terbaru dalam teknologi komunikasi, komputer dan teknologi informasi. Menghadirkan ilmuwan untuk mengirimkan kajian ilmiahnya yang menunjukkan kemajuan terbaru dalam komunikasi komputer, jaringan nirkabel / seluler, teknologi data, sistem cerdas, dan keamanan siber, baik dalam aspek teoritis maupun praktis.

Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN, Budi Prawara mengungkapkan konferensi internasional NISS 2022 ini bertujuan untuk meningkatkan penelitian para peneliti yang mengarah pada penemuan mutakhir dengan menampilkan kajian ilmiah tertinggi serta mendorong diskusi terbuka, tentang kemajuan terbaru dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi serta komputer.

“Saya percaya bahwa NISS 2022 akan membawa hasil terbaik dalam hal teknologi dan sains. Peneliti dari berbagai negara yang berkumpul pada event ini diharapkan dapat menjalin kemitraan dengan perusahaan, industri skala kecil, dan berbagi perkembangan penelitian dengan lembaga penelitian serta perguruan tinggi,” jelas Budi saat membuka acara.

Ketua Pelaksana NISS 2022 dari Indonesia, Ahmad Afif Supianto mengungkapkan tahun ini sedikit berbeda karena panitia konferensi akan mempublikasikan paper yang ditampilkan di IEEE Explore dan Springer. Tahun ini, panitia NISS 2022 telah menerima 85 paper. Setelah melalui proses tinjauan ilmiah panitia memilih 48 pengajuan yang berasal dari berbagai negara, seperti Mesir, Jerman, India, Indonesia, Irak, Latvia, Maroko, Pakistan, Senegal, Taiwan, dan dan negara-negara lain di seluruh dunia.

“Konferensi ini bertujuan untuk memainkan peran peneliti yang terhubung di seluruh dunia untuk menyebarkan dan berbagi ide-ide baru. Dalam tema konferensi kali ini adalah sistem peringkat kedua dalam 5G atau 6G, basis digital yang saling berhubungan,” jelas Afif.

Pertemuan dan Peluang Kolaborasi antara Ilmuwan, Peneliti dan Profesional

Selain dari Indonesia, sambutan diberikan oleh Wakil Ketua Pelaksana NISS 2022, Mohammed Ben Ahmed. Pria yang berasal dari Abdelmalek Essaadi University, Marocco itu mengatakan konferensi internasional ke-5 ini akan membicarakan tentang sistem informasi, manajemen jaringan, dan keamanan. Konferensi ini bertujuan untuk menyatukan para ilmuwan, peneliti, dan para profesional industri dalam satu meja untuk berdiskusi.

“Ide inovatif dan beragam topik tentang teknologi, dan jaringan merupakan informasi untuk generasi berikutnya. Ini adalah konferensi internasional yang pertama kali diselenggarakan di Maroko pada tahun 2018 dan menerima kiriman makalah ilmiah dari sekitar 44.000 dengan peserta lebih dari 40 negara,” ungkapnya. Ia berharap pada tahun mendatang para peserta dapat kembali lagi dan mengajak rekan kerjanya lebih banyak lagi untuk mengikuti NISS selanjutnya.

Wakil Ketua Pelaksana of NISS 2022, Boudhir Anouar Abdelhakim mengatakan konferensi ini tidak dapat berhasil tanpa kolaborasi dari berbagai pihak serta partisipasi para ilmuwan dari seluruh dunia. “Saya mengucapkan terima kasih karena banyak yang telah mempercayai NISS dan berbagi ilmu pengetahuan dengan kami dan memberikan kontribusinya,” ucap pria yang berasal dari MediterraneanAssociation of Sciences and Technologies, Marocco tersebut.

NISS 2022 ini diisi oleh pemaparan dari pembicara kunci yaitu diantaranya Dr. Korhan Cengiz, University of Fujairah, Fujairah, United Arab Emirates; Prof. Micha? Wo?niak, Wroclaw University of Technology, Wroclaw, Poland; Prof. Haibin Zhu, Nipissing University, Ontario, Canada; Prof. Kathleen Kramer, University of San Diego, San Diego, USA; serta pemaparan makalah secara pararel dari peserta yang berasal dari berbagai negara yang telah terpilih untuk mempresentasikan dalam konferensi ini. (NU/ ed. kg)

Sebarkan