Jakarta, Humas-BRIN. Berdasarkan Peraturan Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN), No. 12 Tahun 2022 tentang Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra), dibentuk OR Arbastra. Sebagai tindak lanjut, dari penataan organisasi dan tata laksana riset, dan periset BRIN.

“Peneliti yang bergabung total 427 orang, berasal dari Puslit Arkeologi Nasional (Arkenas), dan Balai Arkeologi di 10 kota.  Termasuk para peneliti Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), Badan Bahasa, dan Litbang Kementerian Agama,” papar Plt. Kepala OR Arbastra Herry Jogaswara, pada Apel Pagi, di Jakarta (28/03).

Herry mengungkapkan, penggabungan ini diharapkan berpengaruh positif. Baik terhadap kemajuan dan pengembangan di bidang arkeologi, maupun kebahasaan, kesastraan, dan khazanah keagamaan.

Lebih lanjut Herry menjelaskan, OR Arbastra  dituntut menghasilkan pengetahuan, sebagai solusi atas persoalan bangsa. Ditinjau dari perspektif budaya, kekayaan alam, bahasa, dan sastra. Kemudian menjadi rujukan ilmu pengetahuan di tingkat nasional, regional, maupun global.

“OR Arbastra mempunyai 7 Pusat Riset yang meliputi: Arkeologi Prasejarah & Sejarah; Arkeologi Lingkungan, Maritim dan Budaya Berkelanjutan; Arkeom; Preservasi Bahasa dan Sastra; Bahasa, Sastra, dan Komunitas; Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan; dan Khazanah Keagamaan dan Peradaban,” ujarnya.

Menurut Herry, OR Arbastra memiliki 2 Rumah Program (RP) yaitu Peradaban Nusantara dan Identitas Bangsa. Masing-masing mempunyai 7 klaster penelitian, yang menghasilkan 150 publikasi.

Kontribusi kebijakan strategis nasional OR Abastra dari RP Peradaban Nusantara, adalah memberikan “nutrisi” pengetahuan yang inherent. Selanjutnya, kebijakan strategis nasional dalam hal kebinekaan, kemaritiman, pembangunan wilayah terdepan, dan pembangunan yang berkelanjutan.

RP Idenstitas Bangsa, yaitu menyajikan tuntunan kehidupan bernegara. Berinteraksi, mengelola lingkungan, warisan budaya, dan nilai kekayaan alam pikir masa lalu.  Bagi kesejahteraan bersama, kedaulatan dan keutuhan persatuan, berlandaskan Identitas Kebinekaan, Pancasila dan UUD 1945.

OR Arbastra menjalin kerja sama, baik di dalam maupun di luar negeri, di antaranya kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, The Australian National University, dan  Tokyo University of Foreign Studies.

Tiga kegiatan bertaraf internasional, telah dilakukan OR Arbastra, yakni SEAMEO Regional Centre for Archaeology and Fine Arts (SPAFA), 22nd Congress of the Indo-Pacific Prehistory Asso, dan 12th annual meeting of the European Society for the study of Human Evolution (ESHE). (TRS/ed. NS)

Sebarkan