Jakarta – Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah meluncurkan Program Pendanaan dan Fasilitasi Riset. Salah satu program tersebut ialah Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi. Plt. Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN, Hotmatua Daulay, mengatakan, Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi merupakan pendanaan yang dapat diakses oleh semua periset, baik periset dari BRIN maupun diluar BRIN, perguruan tinggi, badan usaha, dan organisasi kemasyarakatan, baik dari negara Indonesia maupun negara asing yang bekerja sama dengan lembaga riset di Indonesia.

Pendanaan ini digunakan dalam rangkaian pelaksanaan riset melalui pengambilan data dan/atau koleksi spesimen di lapangan. “Jadi ini adalah salah satu skema buat periset yang risetnya ini biasanya membutuhkan pengambilan sampel dari suatu daerah tertentu, termasuk daerah terpencil, baik terkait tanaman, bebatuan, yang membutuhkan pendanaan ekspedisi ataupun eksplorasi,” jelas Hotma, saat webinar Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi, secara daring, Rabu (22/12).

Penerima manfaat, tutur Hotma, diberlakukan wajib serah dan wajib simpan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dana dapat digunakan antara lain untuk perjalanan dinas biasa ke lokasi ekspedisi atau eksplorasi, tenaga lapangan seperti kuli panggul dan sejenisnya, dan jasa pengiriman sampel atau spesimen ke Kampus BRIN Cibinong atau Kampus BRIN Karangsambung-Jawa Tengah.

“Terkait pengolahan data atau spesimen, pengusul proposal harus sudah mempersiapkan dana. Kalau dananya belum ada, sekalipun pengusul sudah mengajukan proposal, maka akan kita pending sampai pengusul bisa menunjukkan punya dana untuk melakukan pengolahan spesimen ini,” tambahnya.

Sedangkan sarana dan prasarana riset dapat menggunakan milik BRIN atau menginformasikan kepada BRIN agar dapat dipertimbangkan pengadaannya.

“Kegiatan tidak harus dilaksanakan pada tahun berjalan, karena biasanya tahun ini perencanaannya, tahun depan baru ke lapangan,” terang Hotma.

Koordinator Perencanaan Program Organisasi Riset Kebumian BRIN, sekaligus praktisi Pusat Penelitian Oseanografi, Intan Suci Nurhati menambahkan, Program Pendanaan dan Fasilitasi Riset secara keseluruhan sedikit berbeda dengan Rumah Program. Menurutnya, para pimpinan BRIN memberikan arahan agar Program Pendanaan dan Fasilitasi Riset, termasuk Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi, bersifat terbuka untuk seluruh periset, jumlah tim dibebaskan selama perannya jelas, dan didorong adanya keterlibatan mahasiswa.

“Para pimpinan BRIN memberikan arahan agar Program Pendanaan dan Fasilitasi Riset ini dapat melibatkan mahasiswa, misalnya ketika kita sedang ke lapangan melakukan pengambilan data atau spesimen, agar segala proses riset kita memiliki unsur pendidikan didalamnya,” ujar Intan.

Sebagai informasi, pengusul dapat mengajukan proposal Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi melalui laman https://pendanaan-risnov.brin.go.id/. Proposal dan dokumen kelengkapan diunggah melalui laman tersebut dengan format proposal dan rencana anggaran biaya yang telah ditentukan.

Webinar Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi merupakan rangkaian dari kegiatan Webinar Fasilitasi dan Pendanaan Riset dan Inovasi (WALIDASI), yang digelar sejak Selasa hingga Jumat (21-24/12).

Selain Webinar Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi, rangkaian webinar diisi dengan topik lain, yaitu Fasilitasi Hari Layar, Fasilitasi Pengujian Produk Inovasi Kesehatan, Fasilitasi Pembentukan Pusat Kolaborasi Riset di Perguruan Tinggi atau Industri, Prioritas Riset Nasional dan Covid-19, Pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Riset, dan Akuisisi Pengetahuan Lokal (tnt).

Sebarkan