Cibinong – Humas BRIN. Saat ini transisi sumber daya manusia dari Badan Litbang Pertanian ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) masih terus berlangsung. Gelombang pertama sudah dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan kerja BRIN. Tahap selanjutnya akan berlangsung pada Juni 2022 dengan jumlah yang cukup banyak. 

“Kita akan lalui bersama-sama proses tersebut dengan baik, tenang dan nyaman. Tugas kita sebagai periset setelah dialihtugaskan tetap sama yakni melaksanakan litbangjirap,” ujar Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari saat membuka Webinar Pelatihan dan Pendampingan Penulisan KTI Meta-Analisis Pertanian dan Pangan, pada Selasa (17/5).

Dirinya menjelaskan, bila ada teknologi lekat dengan kekayaan intelektual tentunya dampak inovasi produk akan dapat dimitrakan dan dimanfaatkan oleh pengguna, tidak hanya oleh petani, industri tetapi juga pihak lainnya. Dengan demikian adanya kebijakan penggabungan semua lembaga litbangjirap kementerian dan lembaga dalam satu wadah di BRIN akan tetap bersinergi dengan Kementerian Pertanian dan kementerian lain terkait program pangan dan pertanian ke depan,” sambung Puji.

“Proses transisi memang perlu waktu, adaptasi di lingkungan kerja di BRIN juga perlu kesabaran. Kerjasama dan sinergi pemanfaatan fasilitas riset diperlukan antara Balitbangtan Kementerian Pertanian dan BRIN untuk kepentingan yang lebih besar,” lanjutnya.

Puji mengatakan berbagai kendala fasilitas pendukung riset di daerah diharapkan tidak menurunkan semangat tetapi sebaliknya menjadi motivasi untuk dihadapi bersama saling bergandeng tangan. Kebersamaan, koordinasi dan konsolidasi dengan kementerian dan pihak terkait sangat didorong agar aktivitas litbangjirap dapat berjalan dengan lancar, dan membuktikan dapat menghasilkan karya-karya ilmiah yang bermanfaat.

“Pemanfaatan jejaring kerjasama ilmiah dari berbagai institusi riset dan perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri, adalah salah satu strategi kita mengatasi hal tersebut, pola pikir kritis untuk mencari ide-ide dan menghasilkan karya ilmu bermanfaat, harus segera dikembangkan sehingga proses transisi dan adaptasi ini selama kita produktif melakukan riset inovasi,” imbuh Puji.

“Salah satu pendekatan analisis diawali dengan pemikiran kritis terhadap hasil-hasil penelitian yang dilakukan. Pendekatan meta-analisis dapat ditujukan untuk koreksi terhadap hasil penelitian yang ada. Kemudian merancang strategi penelitian yang lebih tepat. Meta-analisis juga sangat diperlukan dalam menyusun kebijakan yang harus cepat direkomendasikan dalam mengantisipasi isu-isu yang berkembang. Karena akses mendapatkan data primer sangat terbatas. Hasil kajian meta-analisis terbukti menghasilkan karya ilmiah yang bagus,” papar Puji.

Lebih lanjut Puji menjelaskan Karya Tulis Ilmiah (KTI) mempunyai dampak signifikan pada perkembangan Iptek dan kekayaan intelektual. Target yang didapat bisa memberikan outcome tidak hanya masyarakat tetapi juga bangsa dan negara. KTI internasional merupakan salah satu output di BRIN. Namun, perlu digarisbawahi hanya KTI dari hasil riset yang bagus dapat dipublikasikan menjadi KTI bereputasi tinggi.

Pada kesempatan yang sama Tri Puji Priyatno selaku Kepala Pusat Riset Peternakan BRIN mengatakan dengan kondisi yang masih dalam proses transisi dan adaptasi seperti yang disampaikan Kepala OR tentu ada keterbatasan fasilitas. Tetapi ini bukan menjadi kendala ataupun hambatan untuk menghasilkan karya ilmiah tetapi justru tantangan.

“Salah satu pendekatan yang bisa kita lakukan adalah melalui meta-analisis. Dengan meta-analisis kita masih bisa berpikir kritis untuk menghasilkan KTI yang bagus dan bisa dipublikasi di prosiding maupun jurnal internasional,” tambah Tri.

Tri melanjutkan sebentar lagi kita akan menghadapi  International Conference on Food and Agricultural Sciences yang akan dilaksanakan pada  24 – 25 November 2022. “Tentunya kita harus persiapkan KTI yang bagus, sehingga dapat dipublikasikan di jurnal internasional atau prosiding internasional,” rincinya.

Webinar ini sendiri mengundang dua narasumber yang masih muda, sangat potensial dan CASN terpilih yang bergabung ke BRIN. Yang pertama adalah Mohammad Miftakhus Sholikin, dengan materi “Kajian Meta-Analisis dari Peptida Antimikrobial (PAM) terhadap Performa Pertumbuhan Broiler”. Dan narasumber kedua adalah Ainissya Fitri, dengan materi berjudul “Tannin Extract Use in Ruminant Nutrition : A Meta-Analysis” dengan moderator Yeni Widiastuti.

Sebagai informasi, proses pendampingan penulisan KTI Meta-Analisis Batch 1 akan berlangsung sebulan lamanya, dari tanggal 1 Juni sampai dengan 1 Juli 2022 yang diikuti  30 peserta yang berasal dari Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN. (ew ed. sl).

Sebarkan