SIARAN PERS

BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL

NO:  008  /SP/HM/BKPUK/I/2022

Peneliti BRIN Temukan Enam Begonia Jenis Baru di Sumatra

Di awal tahun 2022, peneliti dari Pusat Riset Biologi dan Pusat Riset Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama empat peneliti koleganya, berhasil menemukan enam Begonia jenis baru dari Sumatra. Keenam jenis tersebut termasuk ke dalam seksi Jackia, dengan ciri khas tumbuhannya menjalar. Jenis-jenis tersebut telah berhasil dideskripsikan yaitu Begonia araneumoides, Begonia batuphila, Begonia panjangfolia, Begonia hijauvenia, Begonia perunggufolia dan Begonia mursalaensis.

Cibinong, 18 Januari 2022. Begonia merupakan salah satu jenis tumbuhan berguna yang banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias bahkan ada beberapa jenis yang digunakan sebagai tanaman obat. Begonia yang banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias, umumnya sudah melalui proses budidaya, sehingga sudah dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru. Selain itu, jenis-jenis yang dijadikan tanaman hias sudah banyak yang dikawin silangkan, sehingga menghasilkan kultivar yang cantik dan menarik, terutama pada pola warna dan bentuk daunnya yang unik.

Peneliti Pusat Riset Biologi BRIN, Deden Girmansyah mengungkapkan bahwa selain Begonia yang sudah dibudidayakan, banyak jenis Begonia yang masih hidup liar di alam bebas. Jumlah jenis Begonia liar lebih dari 2000 jenis di dunia. Begonia liar tersebar di kawasan tropik dan subtropik kecuali kawasan tropik Australia.

“Indonesia memiliki berbagai habitat yang sesuai sebagai tempat tumbuh Begonia liar, dan hampir di seluruh wilayah Indonesia dapat ditemukan Begonia liar. Jenis-jenis Begonia liar di Indonesia, pada umumnya ditemukan di dataran tinggi dan pada batuan kars, dan hanya beberapa jenis ditemukan didataran rendah,” terangnya.

Deden menambahkan, Pulau Sumatra memiliki keragaman jenis Begonia yang tinggi, sampai saat ini terdapat lebih dari 70 jenis Begonia dan lebih dari 20 jenis baru Begonia sudah ditemukan dan diterbitkan di Jurnal-jurna internasional atau Global.

Sementara itu Kepala Pusat Riset Biologi BRIN Anang mengatakan penemuan tersebut dapat menambah daftar kekayaan hayati Indonesia dan  mengokohkan posisi Indonesia sebagai negara peringkat pertama megabiodiversitas di dunia.

Begonia Jenis Baru Sumatra

Begonia araneumoides merupakan salah satu jenis yang memiliki corak warna daun yang menarik perpaduan antara warna hijau dengan pertulangan daun menjari berwarna putih. Sementara itu, tulang daun sekunder melingkar seperti sarang laba-laba, sehingga berdasarkan bentuk pertulangan daun tersebut, maka di berikan nama araneumoides artinya sarang laba-laba. Daun berbentuk bulat telur dengan pinggir daun bergelombang rapat dan berbulu. Sementara itu,  daun muda berwarna hijau kecoklatan. Bunga jantan dan betina berwarna putih, dengan buah bersayap 3 berwarna hijau kecoklatan. Jenis ini merupakan jenis endemik Sumatra.

Sementara itu Begonia batuphila ditemukan tumbuh dinding bebatuan yang tegak, dengan akar-akar tumbuhan menempel pada dinding bebatuan. Jenis ini memiliki variasi pada warna daun yaitu hijau sampai kecoklatan dengan tulang daun hijau muda. Jenis ini tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 500m dpl. Tangkai daun hijau sampai merah muda dengan daun berbentuk bulat telur dan pinggiran berlobus dangkal. Bunga jantan memiliki 4 tenda bunga, sedangkan bunga betina memiliki 3 tenda bunga berwarna putih. Buah bersayap 3 dengan ujung sayap meruncing. Jenis ini juga merupakan jenis endemik Sumatra.

Begonia panjangfolia merupakan jenis Begonia dari seksi Jackia yang memiliki bentuk daun agak berbeda dengan jenis lainnya pada seksi tersebut. Bentuk daun jenis ini oblong atau memanjang, sedangkan jenis-jenis lainnya pada seksi Jackia umumnya berbentuk bulat telur atau membulat. Karena bentuk daunnya yang memanjang, maka nama yang digunakan adalah panjangfolia artinya daunnya panjang. Bunga jantan berwarna putih, bertenda bunga empat buah berwarna putih. Pada bagian luar tenda bunga yang besar berbulu halus. Bunga betina bertenda bunga dua buah berwarna putih. Bakal buah dan buah muda berwarna putih kehijauan sampai hijau, bersayap tiga. Seperti jenis-jenis sebelumnya, jenis ini juga hanya ditemukan di Sumatra dan merupakan jenis endemik.

Begonia hijauvenea, memiliki corak warna daun yang menarik, kecoklatan dengan peruratan daunnya yang hijau. Nama hijauvenea diambil dari warna urat-urat daun yang berwarna hijau, baik urat daun primer maupun sekunder. Daun berbentuk bulat telur dengan pangkal daun tumpang tindih. Pinggir daun berlobus dalam dibagian atas daunnya. Tangkai daun berbulu putih panjang. Bunga jantan memiliki empat tenda bunga, dua buah lebih besar berwarna kemerahan dibagian luarnya. Bunga betina belum bisa diidentifikasi karena belum keluar, sedangkan buahnya bersayap tiga berwarna hijau kemerahan. Jenis ini hanya ditemukan di Sumatra dan merupakan salah satu jenis endemik.

Begonia perunggufolia merupakan jenis Begonia yang memiliki warna daun seperti warna perunggu dengan urat daun hijau kekuningan. Nama jenis ini diambil dari warna daun yang seperti perunggu. Bunga jantan bertenda bunga sebanyak 4 buah dan bunga betina bertenda bunga sebanyak 3 buah. Warna bunga jantan dan betina putih tidak berbulu. Buah bersayap tiga, berwarna hijau muda dengan tangkai buah kemerahan. Jenis ini merupakan jenis endemik Sumatra dan berpotensi dikembangkan sebagai tanaman hias.

Terakhir, Begonia mursalaensis adalah salah satu jenis Begonia yang dikoleksi dari pulau Mursala pada sebuah ekspedisi yang dilakukan oleh Kebun Raya Bogor. Jenis ini mirip dengan jenis di daratan Sumatra tetapi memiliki ciri khas pada tangkai daun bagian atas dengan bulu-bulu merah yang tegak dan kaku. Bunga jantan bertepal empat, dua diantaranya lebih besar dan berwarna kemerahan di bagian ujungnya. Bunga betina bertenda bunga tiga buah, salah satunya lebih kecil. Buah hijau bersayap tiga, berwarna hijau keputihan sampai hijau muda. Jenis ini merupakan jenis endemik dari pulau Mursala, Sumatra.

Artikel temuan 6 Begonia sumatra jenis baru ini telah terbit dalam Jurnal Taiwania 67(1): 97?109, 2022. Foto-foto temuan dapat diakses melalui tautan berikut: https://s.id/fotoBegoniasumatera

Sebarkan