SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 139/SP/HM/BKPUK/IX/2021

Serpong – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko pada Minggu (26/09), mengunjungi Kawasan Nuklir Serpong (KNS), Kawasan Puspiptek, Serpong. Kepala BRIN mengungkapkan riset dan pengembangan terkait teknologi nuklir adalah hal yang relatif sangat advance, berbiaya tinggi, dan membutuhkan waktu yang panjang, maka harus segera ditetapkan anggaran tahun 2022 dengan sangat matang.

“Jadi kita tidak bisa bicara bahwa kita mau program setahun, dua tahun, tidak bisa begitu. Tujuan utamanya adalah kita ingin memperbaiki cost benefit secara keseluruhan yang memadai dari program riset teknologi nuklir ini. Tidak cukup hanya sekedar, oh kita sudah punya, tidak cukup seperti itu,” ungkap Kepala BRIN.

Kepala BRIN melihat terdapat beberapa upaya meningkatkan pengembangan riset bidang nuklir, pertama dalam hal demografi Sumber Daya Manusia (SDM), diperlukan untuk segera melakukan upaya dalam peningkatan kapasitas SDM yang ada. Kedua mengupayakan revitalisasi infrastruktur secara keseluruhan, tidak bisa dilakukan setengah-setengah atau tambal sulam. Kepala BRIN menjelaskan mindset yang harus dimiliki adalah dengan program yang jelas sehingga mendapat support yang memadai.

“Kita harus mulai dengan pola baru, sehingga memiliki makna secara konten tidak hanya untuk Indonesia namun juga bertaraf global. Kita harus menyusun pola perencanaan melalui pembentukan tim panel global, dengan mengupayakan benefit dengan kreatif, memeras otak, bagaimana menciptakan program yang memang secara objektif dan rasional. Kolaborasi dan keterlibatan mitra itu penting (mitra global, mitra periset, mitra pendidikan, mitra industri),” jelas Handoko.

Dalam kesempatan tersebut Kepala BRIN mengunjungi dan melihat beberapa fasilitas yang ada, seperti Laboratorium Radiosotop dan Radiofarmaka, Ruang Installation Radiometalurgi, Teras Reaktor GA. Siwabesi, Ruang Experimental Hall Reactor, Ruang Neutron Guide Hall, Laboratorium Limbah Radioaktif, serta Irradiator Gamma Merah Putih dan AEET.

Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional