SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 
25/SP/HM/BKPUK/III/2022

Percepatan Pembangunan Berbasis Teknologi untuk Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Indonesia mempunyai sumber daya alam (SDA) yang melimpah, dan sebagian besar sumber daya alam tersebut ada di daerah. Sampai saat ini pemanfaatan SDA tersebut masih sangat terbatas dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Optimalisasi percepatan pembangunan daerah, sangat penting dikawal oleh peran teknologi dan hasil-hasil penelitian untuk mengembangkan ekonomi. Untuk mengetahui lebih jauh tentang implementasi teknologi dalam mengembangkan ekonomi daerah, Majelis Profesor Riset – Badan Riset dan Inovasi Nasional menggelar webinar Prof Talks “Peran Teknologi dalam Percepatan Pembangunan Daerah melalui Pengembangan Ekonomi Kerakyatan” pada Kamis, 17 Maret 2022.

Jakarta, 17 Maret 2022 – Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian sustainable development goals (SDG), pasal 2 menyatakan bahwa salah satunya adalah Terus meningkatkan perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat.

Mengenai tujuan SDG, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko dengan tegas menyatakan, BRIN harus hadir dan berperan dalam rangka  mendukung pemerintah. Upaya untuk mengimplementasikan hasil-hasil penelitian dalam rangka pemanfaatan sumber daya alam di daerah adalah salah satu perhatian BRIN. Demikian juga dengan cara mengembangkan usaha baru (UKM) berbasis teknologi yang menjadi sebuah tantangan yang besar demi kemajuan ekonomi bangsa.

“Sesuai dengan tugas dan fungsi dari BRIN itu sendiri perlu untuk mengimplementasikan teknologi dan hasil-hasil penelitian pada masyarakat secara langsung, dalam kaitannya implementasi teknologi dan hasil penelitian BRIN dalam rangka pemanfaatan sumber daya alam di daerah yang potensial, walaupun tentunya itu tidak mudah,” ujarnya. “Maka diperlukan strategi yang sesuai dengan kondisi sumber daya alam, sosial, politik, dan juga budaya di daerah terkait,” sambungnya.

Sementara itu Profesor Riset Bidang Teknologi Pengolahan Hasil Hutan pada Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan – BRIN, Bambang Subiyanto mengatakan bahwa pembangunan senantiasa harus mengandung muatan orientasi kesejahteraan rakyat. Kesejahteraan rakyat merupakan parameter keberhasilan pemerintah daerah. Otonomi daerah seluas-luasnya terlaksana  dengan pemanfaatan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “Namun tanpa strategi pemanfaatan sumber daya alam yang baik, maka peningkatan kesejahteraan rakyat akan sulit dicapai,” tegasnya.

Sedangkan Profesor Riset Bidang Sosiologi Politik – Badan Keahlian DPR RI, Mohammad Mulyadi mengungkapkan, Indonesia adalah negara dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar. Namun, sayangnya tidak linier dengan kesejahteraan rakyatnya. Ia menyebutkan, data penduduk miskin menurut BPS per September 2021 berjumlah 26,5 jt orang dan sebagian besar berdomisili di perdesaan.

“Salah satu cara mengatasi persoalan kemiskinan adalah dengan pembuatan kebijakan yang dilakukan secara inklusif dengan melibatkan masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat ini tidak hanya melalui mekanisme formal konvensional tetapi dengan memanfaatkan teknologi digital, media sosial misalnya. Namun kita berharap pemanfaatan teknologi tidak hanya terbatas pada perumusan kebijakan tetapi dapat juga pengelolaan sumber daya alam. Tujuannya, mengangkat kesejahteraan masyarakat khususnya mereka yang hidup diperdesaan,” jelas Mulyadi. Webinar yang dipandu oleh R. Siti Zuhro, M.A, Profesor Riset Bidang Ilmu Politik – BRIN ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan para akademisi dan solusi bagi masalah pemanfaatan teknologi bagi pengembangan ekonomi. Selain itu sebagai inspirasi untuk mengembangkan ekonomi di daerah berbasis teknologi dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal yang potensial dan meningkatkan kesadaran pemerintah daerah dan pelaku usaha di daerah untuk memanfaatkan SDAnya yang berpotensi sebagai bahan baku berbasis teknologi.

Sebarkan