Mataram-Humas BRIN. Pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM)  di Indonesia menjadi sebuah strategi penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Salah satunya adalah penguatan kapasitas generasi muda menjadi talenta unggul di penguasaan bidang teknologi melalui riset dan inovasi. Hal tersebut sejalan dengan amanat Presiden RI Joko Widodo yang menilai penting untuk melakukan pembangunan SDM Iptek untuk mendukung pembangunan nasional.

Pernyataan tersebut dilontarkan Deputi Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasionl (BRIN), Edy Giri Rachman, dalam audiensi menemui Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah, di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Kamis (07/04). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membicarakan  potensi kerja sama dan kolaborasi diantara BRIN dengan pemerintah daerah.

“Kerja sama dan kolaborasi untuk membangun ekosistem riset terutama pengembangan human capital memerlukan kolaborasi yang handal di antara semua pihak. Kami sangat berterima kasih, Pemda NTB melalui kehadiran Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menjadi mitra yang potensial untuk bersama-sama dengan BRIN membangun elemen riset yang kokoh,” ujar Edy.

Edy mengungkapkan bahwa Indonesia akan menghadapi bonus demografi penduduk, sehingga utilisasi SDM yang berkualitas akan menjadi penentu dan faktor pendorong bagaimana riset dan inovasi berkembang. Oleh karena itu, pembinaan Manajemen Talenta Nasional di bidang riset dan inovasi berkolaborasi dan melakukan orkestrasi yang harmonis.

“Bagaimana Pemerintah Daerah dan pusat saling bersinergis untuk mendukung pengembangan kompetensi pengembangan SDM Iptek di Indonesia melalui proses edukasi sains, pengembangan kapasitas tingkat pendidikan melalui bantuan studi, maupun membangun ekosistem riset dari hulu ke hilir dapat menjadi beberapa upaya,”  tutur Edy.

Sebagai upaya mengenalkan riset dan inovasi kepada para generasi muda, BRIN bersama Pemda NTB yang digawangi oleh BRIDA NTB akan menggelar perhelatan besar bagi pemuda dan pemudi  dari seluruh Indonesia yakni Pekan Pemuda Riset dan Inovasi Nasional. Kegiatan pengenalan budaya penelitian bagi pelajar setingkat SMP-SMA, mahasiswa dan pengayaan ilmiah bagi kalangan akademisi atau komunitas ilmiah.

“Program ini diharapkan mampu memotivasi talenta muda Indonesia untuk lebih mencintai riset. Tahun ini  akan berbeda dari sebelumnya, kita  akan memberikan berbagai variasi kegiatan sehingga semua sektor dari generasi muda hingga periset dan akademisi bisa mendapatkan manfaatnya dari kegiatan  ini. Proses pengembangan SDM Iptek adalah mutlak dan harus dilakukan,” ujar Edy.

Kegiatan ini mengusung tema membangun Blue Green Economy dan  diselenggarakan 3-9 Juli 2022. Diharapkan ratusan remaja Indonesia akan mendapatkan pengalaman untuk menjadi bagian dari menyelesaikan tantangan dan menjadi pemecah masalah di daerah NTB dengan menggunakan kajian riset dan inovasi

Sejalan dengan ide penguatan posisi Pemerintah Daerah dalam memperkuat potensi riset dan inovasi di kehidupan masyarakat, Zulkieflimansyah mengatakan, kehadiran BRIDA NTB  merupakan salah satu bentuk transformasi kelembagaan riset di Indonesia yang menggabungkan proses hulu ke hilir, dari pengembangan kompetensi SDM melalui pemberian beasiswa hingga mempertemukan bisnis dengan hasil riset dan inovasi.

“BRIDA NTB  memiliki perbedaan dengan yang lainnya karena mentranslasikan kegiatan riset inovasi harus memiliki pendekatan yang komprehensif dari semua sektor agar dirasakan oleh masyarakat. Seperti untuk melahirkan champion,  langkah awal yang bisa dilakukan adalah memperluas wawasan dan pengalaman pemuda NTB untuk belajar ke luar negeri melalui skema beasiswa yang disediakan Pemda. Tidak hanya ilmu yang didapat melainkan rasa nasionalisme yang muncul dan keinginan untuk berbuat sesuatu yang lebih untuk bangsanya di kemudian hari,” ujar Zulkieflimansyah.


Gubernur NTB yang biasa disapa dengan Bang Zul ini  juga menegaskan bahwa dengan terintegrasinya seluruh lembaga penelitian khususnya di daerah ke dalam BRIN atau BRIDA maka kegiatan  kegiatan yang bersifat hilirisasi riset seperti  inkubasi dan komersialisasi menjadi hal yang penting karena mempertemukan sektor riset inovasi ke dalam skema bisnis dapat mengakselerasi perkembangan inovasi dan bisnis lokal.

“Riset dan Inovasi itu wajib dipertemukan dengan sektor bisnis, agar  hasilnya dapat termanfaatkan dalam jangka panjang. Jadi proses pengembangan ekosistem riset tersebut bisa berupa pengenalan budaya penelitian, peningkatan tingkat pendidikan hingga inkubasi dan komersialisasi hjasil riset. Baru terasa gaungnya suatu Badan Riset,” tegasnya. (yt).

Sebarkan