Bali – Humas BRIN. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nuraini Rahma Hanifa, menyampaikan, pentingnya solidaritas internasional dalam pengurangan risiko kebencanaan. Hal ini disampaikannya pada 7th Session of Global Platform on Disaster Risk Reduction (GPDRR), yang digelar oleh Badan PBB untuk Pengurangan Risiko Kebencanaan (United Nation Office for Disaster Risk Reduction/ UNDRR), di Bali, Jumat (27/5).

“Tiga hal yang menjadi kunci dalam pengurangan risiko kebencanaan global adalah penguatan kerja sama antar pemangku kepentingan dan kolaborasi lintas batas negara, transfer teknologi antar negara, dan pemberdayaan generasi muda sebagai garda depan kolaborasi,” ungkap Rahma, yang bertindak sebagai delegasi Indonesia, dalam sesi Cooperation Across Borders for Strengthened Capacity and Action.

Rahma menjelaskan, Asia-Pasifik merupakan kawasan yang sangat dinamis, inovatif, dan tumbuh dengan cepat, yang juga melahirkan kompleksivitas sosial. Kompleksivitas ini menumbuhkan kerentanan terhadap risiko bencana yang berakibat kolektif. Sehingga penting untuk melibatkan sains dalam kebijakan terkait risiko kebencanaan dan kolaborasi internasional.

GPDRR tahun ini merupakan gelaran ke-7 yang semakin membutuhkan dukungan kuat secara internasional, karena krisis global akibat pandemi Covid-19. Pandemi ini berdampak pada semakin rentannya kesiapan dunia terhadap bencana, baik bencana yang diketahui maupun yang tidak teridentifikasi.

Mengutip laman informasi GDPRR 2022, sebagai platform multi pemangku kepentingan, forum ini berfokus pada dampak bencana yang tidak mengenal batas negara. Akibatnya, kesiapan kolektif antarnegara sangat dibutuhkan. Pemerintah Indonesia tahun ini mendapat kesempatan menjadi penyelenggara berdampingan dengan UNDRR.

Antisipasi terhadap risiko kebencanaan tidak hanya menjadi agenda kebijakan dan kerja sama internasional, namun penting untuk meningkatkan peran generasi muda, baik periset muda maupun profesional. Generasi muda memiliki karakteristik terbuka terhadap perkembangan teknologi dan fleksibel dalam interaksi lintas kawasan.

Kontribusi pemuda telah terlihat di Indonesia melalui U-INSPIRE, yaitu jejaring pemuda dan profesional muda di bidang saintek dan inovasi untuk tangguh bencana. U-INSPIRE Indonesia telah mengorganisir Festival Hackathon, pemetaan drone kebencanaan, dan membantu kesiapan warga lokal dalam menghadapi tsunami.

“Bersama India dan Australia, Indonesia melalui BMKG telah menyediakan sistem peringatan dini tsunami bagi 24 negara di sekitar Samudera Hindia, melibatkan profesional muda,” tutur Rahma, yang saat ini juga menjabat sebagai Sekjen U-INSPIRE.

Sebagai bentuk rekomendasi, ditambahkannya pula bahwa, pembuat kebijakan dan para pemangku kepentingan perlu untuk memperluas sinergi neighbour-help-neighour dan meningkatkan kapasitas SDM muda, melalui peluang pendanaan pendidikan sebagai bentuk investasi.

Kiprah sebagai periset di Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN juga telah membawa Rahma mendapat penghargaan Women’s International Network for Disaster Risk Reduction (WIN DRR) Leadership Awards 2021 dari UNDRR, pada kategori Rising Star Award. Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi insan perempuan dunia yang berkontribusi dan meraih pencapaian tinggi lewat upaya pengurangan risiko bencana di kawasan Asia-Pasifik. (am, ed: tnt)

Sebarkan