SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 109/SP/HM/BKKP/VIII/2021

Jakarta – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyampaikan pentingnya produk riset dan inovasi Indonesia mencapai standar global. Kepala BRIN mengatakan selain bermanfaat untuk menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di mata dunia. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BRIN Laksana Tri Handoko pada Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ke-43 yang disiarkan melalui kanal youtube (23/08).

“Keberhasilan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia bukan hanya dibuktikan dengan produk-produk hasil riset yang sesuai dengan kebutuhan rakyat Indonesia, tapi juga mencapai standar global,” jelas Kepala BRIN.

Lebih lanjut Kepala BRIN menjelaskan, BRIN akan mendukung dan memfasilitasi para periset untuk menghasilkan produk riset dan inovasi yang mencapai standar global yang dicita-citakan. Handoko mengatakan, dunia riset yang maju merupakan bagian dari reputasi bangsa di mata dunia.

“BRIN fokus mendukung ekonomi berkelanjutan yang berbasis digital, hijau dan biru, karena Indonesia memiliki daya saing lokal cukup banyak dan memiliki potensi sumber daya yang melimpah,” jelas Handoko.

Hadir secara virtual, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan menyampaikan kedewasaan dan perkembangan BPPT sebagai institusi telah berperan begitu penting bagi kemajuan bangsa. Luhut terus mendorong pentingnya inovasi teknologi untuk terus didukung demi kemajuan bangsa. Lebih lanjut Luhut menekankan bagaimana teknologi dan inovasi kini mampu mendukung peningkatan penggunaan produksi dalam negeri khususnya dalam masa Pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda Indonesia.

“BPPT harus memainkan peran penting bagi republik ini. Penting saya tekankan bagaimana teknologi dan inovasi kini mampu mendukung peningkatan penggunaan produksi dalam negeri khususnya dalam masa Pandemi COVID-19 yang masih melanda bangsa ini,” kata Menko Marves Luhut.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43, BPPT akan terus berkomitmen menghasilkan inovasi teknologi untuk Indonesia sesuai amanat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2019 mengenai Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU Sisnas Iptek). Hammam menjelaskan UU Sisnas Iptek merupakan sebuah dukungan kepada seluruh kelembagaan IPTEK di Indonesia, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa ini berdiri, IPTEK di tempatkan sebagai landasan ilmiah pembangunan.

Selanjutnya Hammam menjelaskan fokus utama BPPT pada tahun 2021. BPPT akan memfokuskan untuk peningkatan kemandirian dan daya saing bangsa pada 8 (delapan) fokus bidang teknologi, yakni :

  1. Kebencanaan;
  2. Kemaritiman;
  3. Kesehatan & pangan;
  4. Pertahanan & keamanan;
  5. Rekayasa keteknikan;
  6. Transportasi;
  7. Energi dan
  8. Teknologi informasi & elektronika.

“BPPT melaksanakan ketujuh perannya, yaitu tiga peran pengkajian teknologi yang meliputi perekayasaan, kliring teknologi, dan audit teknologi. Selain itu, empat peran penerapan teknologi yaitu intermediasi teknologi, difusi/diseminasi teknologi, alih teknologi, dan komersialisasi/hilirisasi teknologi,” kata Hammam.

Pada kesempatan yang sama turut hadir menjadi pembicara kunci pada kesempatan ini adalah Menteri Koordinasi Perekonomian Airlangga Hartarto, Mantan Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro. Serta turut memberikan ucapan selamat kepada BPPT berbagai Menteri Kabinet Indonesia Maju dan Eksekutif Perusahaan BUMN yang menjadi mitra BPPT antara lain PT Pertamina, PTPN, Peruri, Kimia Farma, dan hadirin lainnya.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Badan Riset dan Inovasi Nasional
dan
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi