Jakarta – Humas BRIN. Peserta Kompetisi Sains Internasional Regeneron International Science and Engineering Fair (ISEF) 2022 hari ini, Kamis (21/04) tengah mematangkan persiapannya melalui workshop Final ISEF 2022. Melalui workshop ini, para peserta akan mendapatkan meteri pendalaman dalam bentuk simulasi interview, presentasi ilmiah dan teknik pembuatan quad chart dan video.

Peserta yang akan mengikuti kompetisi Regeneron ISEF 2022 ini merupakan enam orang pemenang lomba karya ilmiah remaja (LKIR) tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kepada para peserta, Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko memberikan kiat-kiat menghadapi kompetisi Regeneron ISEF 2022.

“Selama mengikuti kompetisi, peserta hendaknya mau menerima masukan dari para juri, karena pada dasarnya semua juri ingin memberikan masukan demi perbaikan hasil riset yang dikompetisikan,” kata Handoko.

Menurutnya, dalam kompetisi ini yang dilombakan adalah ide dan kreativitas dari seluruh peserta. Karena itulah, seluruh peserta diharapkan memperkuat ide dan gagasannya, karena di bagian ini pasti ditanyakan oleh juri dan nilainya juga tinggi.

Handoko berjanji, pihaknya akan memberikan dukungan kepada para peserta yang akan mengikuti kompetisi Regeneron ISEF 2022. “BRIN akan mendukung penuh kepada para peserta dengan skema yang cukup simpel yang bisa dimanfaatkan oleh peserta. Bahkan nanti bila sudah di kampus atau sebagai mahasiswa, BRIN juga menyediakan berbagai skema kerja sama di bidang riset dengan perguruan tinggi,” tambahnya.

Plt. Deputi Bidang SDM Iptek, Edy Giri Rachman Putra mengatakan, mengingat kondisi saat ini masih pandemi covid-19, maka pelaksanaan kompetisi ini dilakukan secara hybrid di Atlanta Georgia, Amerika Serikat pada tanggal 7 hingga 13 Mei 2022. Kendati demikian, ini tidak akan mengurangi semangat para peserta untuk mengikuti semua rangkaian kompetisi Regeneron ISEF 2022.

Senada dengan Kepala BRIN, dukungan kepada para peserta ini menurut Edy Giri, merupakan bentuk tanggung jawab BRIN dalam membina talenta muda yang berbakat khususnya di bidang riset dan inovasi. “BRIN akan terus mengidentifikasi, membina, dan mematangkan mereka untuk maju ke level yang lebih tinggi,” kata Edy Giri.

Ditambahkan Edy Giri, dukungan BRIN ke depan akan semakin besar kepada para talenta muda yang nantinya tidak hanya menjadi scientist namun juga menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Diharapkan para talenta muda ini untuk terus mengukir prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Edy Giri menuturkan, mereka yang akan mengikuti kompetisi adalah Zulfa Siti Zaki dari Madrasah Aliyah Putri PUI Talaga, Jawa Barat, Parsa Nayyara dari SMA N 5 Surabaya, Erma Wahyu Istiqomah & Juzaili Shahnata A. dari SMA N 1 Bawang, Banjarnegara, dan Adinda Zahra Islami & Fauziyyah Wisnuwardhani dari SMAN 2 Semarang.

Keenam peserta ini akan mengikuti kompetisi dalam 4 bidang yang berbeda. Parsa Nayyara dengan penelitiannya “Produksi Actinorhodin Antibiotik Poliketida dari Limbah Pewarna Azo, Desain In Silico dan Optimasi Jalur Sintetis di Pseudomonas putida KT2440” akan berkompetisi dalam kategori Teknik Biomedis. Zulfa Siti Zaki dengan penelitiannya “Solusi Analitis Eksak dan Bifurkasi Model Susceptible-Infected-Recovered (SIR) Termodifikasi dengan Populasi dan Vaksinasi Bergantung Waktu” dalam kategori Matematika. Erma dan Juzaili dengan riset “Pemetaan Tingkat Bahaya dan Batas Erosi di DAS (Daerah Aliran Sungai) Serayu Berdasarkan Data Erosivitas Hujan, Erodibilitas Tanah, Topografi, Vegetasi, dan Konservasi Tanah Melalui Persamaan RUSLE” dalam kategori Ilmu Bumi dan Lingkungan. Sementara, Adinda Zahra dan Fauziyyah “Gerakan Ekofeminisme sebagai Strategi Penyelamatan Hutan Mangrove di Kawasan Pesisir Kabupaten Demak” akan berkompetisi dalam kategori Ilmu Perilaku dan Sosial. (pur)

Sebarkan