Jakarta – Humas BRIN, Isu sampah di perkotaan hingga kini masih menjadi persoalan tersendiri di kalangan masyarakat dan pemangku kepentingan. Beranjak dari permasalahan itulah, Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengembangkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Dengan fasilitas PLTSa ini diharapkan tumpukan sampah yang sering dijumpai hampir di setiap kota besar dapat dikurangi dan dapat menghasilkan listrik. Hal ini disampaikan Plt. Kepala ORPPT, Dadan Moh. Nurjaman pada serial Webinar Riset #1, Senin (13/12).

Menurut Dadan, ini merupakan bentuk kontribusi BRIN kepada masyarakat khususnya di bidang lingkungan. Keberadaan PLTSa diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan menumpuknya sampah di lingkungan.

“PLTSa Bantar Gebang telah dibangun sejak 2019 kini telah beroperasi dan sudah membakar sampah sebanyak 14225 ton dengan daya yang dihasilkan sebesar 1401MWh,” kata Dadan.

Dadan melanjutkan, hingga 10 Desember 2021, PLTSa telah beroperasi selama 243 hari dari target 245 hari. Fasilitas ini nantinya akan diserahkan kepada pemerintah provinsi Jakarta, dan hal ini telah mendapat persetujuan dari Presiden.

Selain itu, terkait teknologi bidang lingkungan, ORPPT juga berkontribusi dalam penanganan kebakaran hutan. Saat ini telah dilakukan uji coba prototype GBC dan sistem UAV yang berguna untuk melakukan mitigasi terhadap bencana kebakaran.

“Selama ini analisis terhadap kebakaran dilakukan setelah titik api meningkat, namun dengan menggunakan GBC ini dapat kegiatan analisis sebelum titik api meningkat,” tambahnya.

Disamping kedua hal tersebut, keterlibatan ORPPT di bidang lingkungan adalah pengurangan dan penghapusan merkuri. Penggunaan merkuri oleh masyarakat untuk aktivitas industri akan menimbulkan limbah yang sangat berbahaya.

“Merkuri merupakan bahan yang berbahaya dan susah didestruksi pencemarannya. Oleh karena itu ORPPT membuat inovasi untuk mengurangi dan menghapuskan merukuri,” tambah Dadan.

Terkait pengurangan dan penghapusan mercuri ini, ORPPT tutur Dadan, telah mengoperasikan pilot project pengolahan emas aluvial dan memberikan pelatihan kepada para petambang. Dengan demikian diharapkan aktivitas masyarakat terhadap penggunaan merkuri dapat dikurangi sedikit demi sedikit bahkan dapat dihapuskan. (pur)

Sebarkan