SIARAN PERS
Nomor : 73/SP/HM/BKKP/VI/2021

Serpong – Membangun sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu fokus pembangunan dalam periode pemerintahan 2019-2024. Plt. Sekretaris Utama Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Mego Pinandito mengatakan, dalam upaya meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing harus dimulai dari hulu, dari usia sedini mungkin. Hal tersebut disampaikan oleh Sestama Mego pada saat pembukaan Science for All di Banten yang diselenggarakan oleh Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) secara offline di Gedung GWB Puspiptek, Serpong, dan disiarkan melalui kanal youtube BRIN, Selasa (15/6).

 “SDM ungggul, berkualitas dan berdaya saing tidak mungkin dapat dibangun dalam kurun maktu yang sebentar. Perlu dikembangkan mulai sejak dini, mulai dari usia SD,SMP, dan SMA, kemudian nanti melanjutkan di perguruan tinggi. BRIN bersama PP-IPTEK bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendukung proses pembelajaran dan mendukung proses peningkatkan kualitas SDM yang kita miliki,” jelas Sestama Mego.

Harapannya, dengan dilaksanakannya Science for All ini dapat membuka lebih luas wawasan dan pemahaman Iptek masyarakat di Provinsi Banten, khususnya pelajar dan memperkuat kapabilitas pendidik dalam menciptakan media pembelajaran Iptek di sekolah. “ Science for All adalah satu perwujudan secara konkret, akan ada banyak program di dalamnya dan fasilitas pembelajaran digital untuk masyarakat,” jelas Mego.

Direktur PP-IPTEK M. Syachrial Annas dalam laporannya mengatakan Science for All merupakan upaya untuk mempopulerkan iptek dan pemerataan akses iptek kepada masyarakat di Indonesia, khususnya pelajar dan guru. Yakni, dengan cara yang mudah dan menyenangkan, dan menyajikan kegiatan kreatif inovatif.

Science for All ini pun menjadi ajang promosi PP-IPTEK, BRIN sebagai science center pertama di Indonesia dan wahana pembelajaran Iptek bagi masyarakat, khususnya generasi muda sejak dini yang memiliki peran strategis dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia,” jelasnya.

Annas berharap kegiatan selama tiga hari ke depan bisa membuat para siswa termotivasi dan memiliki minat dalam mempelajari iptek lebih dalam. “Kami berharap sekolah-sekolah lebih mengoptimalkan PP-IPTEK sebagai cara peningkatan pembelajaran iptek,” tutur dia.

Science for All akan berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 15 hingga 17 Juni 2021. Science for All tahun ini akan diadakan PP-IPTEK fokus untuk wilayah Banten dan Jawa Barat sebagai wilayah di luar DKI Jakarta yang berdekatan dengan lokasi PP-IPTEK. Sebelumnya pada 2019 diselenggarakan untuk anak didik dan pendidik di lima Kotamadya Provinsi DKI Jakarta.

Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kota/Kabupaten di Banten, kegiatan ini meliputi virtual tour galeri PP-IPTEK berupa Alat Peraga Interaktif. Selain itu program Science Show yang mempertunjukkan fenomena sains spektakuler dan pemutaran Science Cinema yang menggambarkan peristiwa sains dari Goethe Institut Indonesia.

Kegiatan lainnya adalah Bincang Iptek Populer tentang isu iptek terkini dengan topik “5G dan Energi Terbarukan” dari Kokbisa, Seminar Sains untuk guru IPA, serta Quiz Iptek tentang pertanyaan seputar Iptek dan PP-IPTEK yang berhadiah kepada peserta Science for All.

Dalam kesempatan ini turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Bapak Tabrani yang diwakili oleh Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Lukman. Hadir pula Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS SMP-SMA) Kota/Kabupaten di Provinsi Banten, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S-SD) serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPA (MGMP IPA-SMP).