
Siaran Pers
Badan Riset dan Inovasi Nasional
No : 139/SP/HM/BKPUK/XI/2026
BRIN Libatkan 45 Peneliti dalam Ekspedisi Biodiversitas Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Cibinong - Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE), Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL), melepas tim Ekspedisi Biodiversitas Terestrial (e-BiTe) Deployment 1 Tahun 2026 untuk mengeksplorasi keanekaragaman hayati di Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS), Kalimantan Barat. Ekspedisi ini melibatkan 45 peneliti BRIN dan 15 mahasiswa program Degree by Research (DbR) dari berbagai bidang keilmuan. Kegiatan pelepasan tim dilaksanakan di Gedung Innovation Convention Center (ICC), Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, pada Rabu (4/11).
Ekspedisi e-BiTe merupakan platform kolaborasi riset yang berfokus pada eksplorasi keanekaragaman hayati hutan hujan tropis melalui pendekatan biosistematika, evolusi, dan ekologi. Program ini juga bertujuan memperkuat kapasitas generasi muda serta meningkatkan keahlian taksonomi dalam mendukung penelitian biodiversitas Indonesia.
Pada pelaksanaan Deployment 1 Tahun 2026, tim akan melakukan eksplorasi di kawasan TNBKDS, dengan sasaran lokasi Danau Sentarum dan Nanga Bungan. Sebanyak 45 peneliti dari kelompok riset dan unit kerja di lingkungan BRIN serta 15 mahasiswa DbR terlibat dalam kegiatan ini. Para peserta memiliki latar belakang keilmuan yang beragam, meliputi mikrobiologi, botani, zoologi, ekologi, dan konservasi.
Melalui ekspedisi ini, tim menargetkan pengumpulan koleksi spesimen ilmiah, data biodiversitas, serta informasi taksonomi dan ekologi. Kegiatan tersebut juga berpotensi menghasilkan temuan spesies baru maupun catatan baru keanekaragaman hayati di Indonesia.
Hingga Oktober 2026, program e-BiTe telah menghasilkan 12.251 spesimen dan 67 temuan biodiversitas, yang terdiri atas 26 spesies baru dan 41 catatan baru. Selain itu, terdapat 40 kandidat spesies baru yang masih dalam tahap analisis. Program ini juga telah menghasilkan 22 publikasi ilmiah internasional serta mendampingi 59 mahasiswa pascasarjana, baik jenjang magister maupun doktoral, dari berbagai perguruan tinggi.
Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN, Andes Hamuraby Rozak, menyampaikan bahwa ekspedisi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi riset dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang biodiversitas.“Ekspedisi ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi penelitian antarkelompok riset dan unit kerja, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan eksplorasi langsung di lapangan,” ujarnya.
Menurut Andes, data dan koleksi yang dihasilkan dari kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan pendokumentasian keanekaragaman hayati Indonesia. “Koleksi spesimen dan data biodiversitas yang diperoleh tidak hanya menjadi sumber informasi ilmiah, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam mendukung upaya konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, sekaligus selaku Manajer Program e-BiTe, Arif Nurkanto menjelaskan bahwa e-BiTe merupakan program strategis untuk mengeksplorasi kekayaan biodiversitas Indonesia, khususnya di kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi tetapi belum sepenuhnya terungkap secara ilmiah.
“Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat besar. Melalui e-BiTe, kami berupaya mengeksplorasi kawasan-kawasan yang memiliki potensi keanekaragaman hayati tinggi, termasuk wilayah yang masih membutuhkan pendokumentasian dan kajian ilmiah lebih lanjut,” jelasnya.
Arif menambahkan bahwa eksplorasi lapangan menjadi kesempatan untuk memperkuat penelitian biosistematika, sekaligus meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam pengembangan ilmu pengetahuan tentang biodiversitas.
“Melalui kolaborasi antara peneliti dan mahasiswa, program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas keilmuan, khususnya dalam bidang taksonomi dan biosistematika, serta mendorong lahirnya lebih banyak peneliti yang memiliki kompetensi dalam mengungkap kekayaan hayati Indonesia,” lanjutnya.
Melalui ekspedisi e-BiTe Deployment 1 Tahun 2026, BRIN terus mendorong eksplorasi dan penelitian biodiversitas sebagai bagian dari upaya memperkaya pengetahuan ilmiah, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. (cbn/ed:jml)