Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki 17.000 pulau dan kaya akan keanekaragaman hayati. Selain itu, Indonesia juga merupakan rumah bagi 300 kelompok etnolinguistik dengan 742 bahasa dan 740 suku bangsa. Kekayaan dan warisan budaya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia tersebut mempunyai nilai yang sangat berharga. Akan tetapi, berbagai potensi kekayaan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini terlihat dari kurangnya ketersediaan informasi terkait kekayaan berbagai pengetahuan yang bersumber dari kearifan lokal Indonesia.

Oleh karena itu, penting adanya pengakuan dan penghormatan terhadap peran pengetahuan dan kearifan lokal dalam pengembangan sektor pengetahuan di Indonesia, khususnya sebagai salah satu dasar dalam pembuatan kebijakan yang berkelanjutan, baik di tingkat daerah maupun pusat (Nugroho, Carden, & Antlov, 2016). Pengetahuan dan kearifan lokal harus menjadi salah satu modal berharga yang berkontribusi pada pembangunan nasional. Segala bentuk pengetahuan, baik yang dihasilkan dari kalangan akademis maupun profesional, pengetahuan lokal termasuk yang harus dikelola (dikomunikasikan) agar dapat digunakan dalam pembuatan kebijakan (Nugroho, Carden, & Antlov, 2016).

Sehubungan dengan itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai center of excellence, memiliki peran yang sangat strategis untuk mewujudkan SDM unggul dan cerdas melalui penyediaan informasi yang kredibel dan inovatif, bukan saja terkait iptek hasil-hasil penelitian, melainkan juga berbagai informasi yang bermuatan pengetahuan dan kearifan lokal. Program Akuisisi Pengetahuan Lokal ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dan jawaban atas berbagai tuntutan terhadap peran lembaga riset dalam penyelesaian masalah-masalah aktual yang dihadapi bangsa, khususnya melalui penyediaan produk-produk informasi yang kredibel dan inovatif guna menjaga dan melestarikan pengetahuan dan kearifan lokal Indonesia.

Program Akuisisi Pengetahuan Lokal memiliki tujuan menyediakan fasilitas publik berupa sumber literasi Pengetahuan Lokal dalam bentuk buku atau audio visual yang kredibel, mudah, dan merata yang dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat. Program ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk mendokumentasikan dan mengonversi berbagai Pengetahuan Lokal sehingga dapat meningkatkan visibilitas, aksesibilitas, dan produktivitas publikasi nasional. Lebih lanjut, program ini juga menerapkan sistem penghargaan dengan skema pemberian insentif atas upaya dan komitmen masyarakat dalam melestarikan Pengetahuan Lokal melalui publikasi yang berkualitas.

Dalam menjalankan tujuan tersebut, Penerbit BRIN menggunakan sistem akses terbuka (open access) yang menawarkan literatur digital dan online, mudah dicari dan diakses, gratis, serta dapat diunduh secara global. Hal tersebut sejalan dengan prinsip dasar dari sistem open access yang memberikan hak komunikasi kepada publik dengan membuat sumber ilmu pengetahuan tersedia untuk publik. Sistem open access ini dipilih karena terbukti bisa meningkatkan jumlah unduhan, indeksasi, dan juga sitasi. Selain itu, penerbitan open access memungkinkan publik membaca dan memberikan masukan untuk pengembangan penelitian lebih lanjut.

Informasi lebih lanjut mengenai Program Akuisisi Pengetahuan Lokal bisa diakses melalui tautan https://linktr.ee/akuisisiBRIN. Selain itu, informasi mengenai program ini dan kegiatan-kegiatan lain di Penerbit BRIN juga bisa diakses melalui media sosial Penerbit BRIN pada tautan https://linktr.ee/penerbit_BRIN

Sebarkan