Cibinong, Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Manajemen Talenta menggelar acara Seminar Fellowship – Seri 5, pada Kamis (17/3) secara daring. Acara ini merupakan rangkaian seminar yang menampilkan kandidat Program Mobilitas Talenta Riset dan Inovasi Post-Doctoral dan Visiting Researcher dari berbagai bidang kepakaran. Dalam program ini, para kandidat Post-Doctoral dan Visiting Researcher mempresentasikan portofolio riset nya dan rencana kegiatan penelitian.

Visiting Researcher Program merupakan program kolaborasi penelitian, pengembangan, pengkajian, dan/atau penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi tenaga ahli atau periset dari perguruan tinggi, badan penelitian dan pengembangan, dan/atau industri baik dalam negeri maupun luar negeri dengan periset dan praktisi di perguruan tinggi atau industri yang telah berpengalaman dalam bidang kepakarannya.

Bentuk kegiatan dari program ini yaitu research collaboration, mengisi kegiatan ilmiah antara lain seminar/lokakarya/workshop untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan mengenai perkembangan terkini dalam keilmuan yang sesuai dan/atau menyusun proposal riset bersama.

Dewi Syahidah, salah satu kandidat program visiting researcher dari James Cook University dengan kepakaran biologi molekuler pada seminar tersebut mengajukan proposal riset/kegiatan “Impact of Marine Aquaculture on Microbiome Associated with Nearby Holobiont”. Dewi menjelaskan tentang dampak budidaya perikanan pada mikroorganisme di sekitar ekosistemnya. “Informasi tentang dampak budidaya perikanan di Indonesia masih sangat terbatas, padahal sangat penting bagi kita untuk mengetahuinya,” ujar Dewi.

Sementara itu Program Post-Doctoral merupakan program kolaborasi penelitian, pengembangan, pengkajian, dan/atau penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi WNI atau WNA yang baru menyelesaikan pendidikan Doktor. Output dari program ini berupa dua publikasi ilmiah pada jurnal terindeks global bereputasi tinggi. Program ini ditujukan guna meningkatkan kapasitas riset nasional, membangun daya saing dan kemandirian bangsa, juga meningkatkan publikasi ilmiah internasional, invensi dan inovasi, hilirisasi hasil riset, serta membangun jejaring kerja sama riset.

Rofiza Yolanda salah satu kandidat program post doctoral Prince of Songkla University dengan kepakaran biologi pada seminar tersebut juga berkesempatan mengajukan proposal riset/kegiatan “Taxonomic study of the mysid (Crustacea: Mysidacea) From Kepulauan Seribu (Jakarta/Tangerang) and Padang City (West Sumatra), Indonesia“.  Penelitiannya berkonsentrasi pada penemuan jenis-jenis mysid di  Kepulauan Seribu dan Padang, Indonesia.

“Di Indonesia baru ditemukan dua jenis mysid subgenus Javanisomysis pada genus Anisomysis, yaitu di Bali dan Lombok,” terangnya. Diharapkan dengan bergabungnya para kandidat post-doctoral dan visiting researcher dapat memperkuat kapasitas riset dan meningkatkan luaran kelompok riset. (aa/ed:aps)

Sebarkan