Gunungkidul, Humas BRIN – Mayoritas penduduk Indonesia atau sekitar 86,9% memeluk agama Islam. Sehingga Indonesia memiliki potensi pasar halal yang besar. Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Keuangan Syariah, Indah Pertiwi Nataprawira dalam kunjungannya ke Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN, Gunungkidul pada Kamis (31/3).

Terkait dengan perkembangan industri riset halal di Indonesia, Ia mengingatkan pentingnya branding produk halal agar dapat diterima oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan strategi komunikasi agar produk halal yang dihasilkan melalui teknologi yang dikembangkan oleh BRIN, mampu beredar di pasar tradisional. Menurutnya, produk-produk halal yang beredar selama ini masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan raksasa.

“Saya bangga dan menaruh harapan besar pada BRIN melalui PRTPP untuk mengawal perkembangan riset halal di Indonesia,” tambahnya.

Ia pun menyampaikan, selain halal, produk yang dihasilkan melalui teknologi di BRIN juga memiliki kriteria syariah. Produk syariah merupakan produk yang dalam proses pembuatannya memperhatikan keberlanjutan lingkungan alam, serta produk tersebut bermanfaat bagi warga sekitarnya.

Sementara itu, Direktur Pemanfaatan Program dan Kinerja Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Gandy Setiawan mengatakan, KNEKS mendorong penuh upaya BRIN melalui PRTPP Gunungkidul sebagai pusat laboratorium halal di Indonesia. Ia berharap melalui pembangunan gedung laboratorium dan fasilitas riset halal yang bersumber pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), PRTPP dapat menjadi pusat laboratorium riset halal di Indonesia.

Selain infrasturuktur riset yang memadai, lanjut Gandy, kapasitas SDM periset juga harus diperhatikan. “Saya mendorong agar perlu dibentuk konsorsium dengan segera terkait dengan riset halal ini guna mendukung program pemerintah menjadi pusat industri produk halal dunia pada tahun 2024,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala PRTPP BRIN Satriyo Krido Wahono menyampaikan hingga kini PRTPP BRIN terus melakukan pengembangan terkait dengan riset halal. Dengan adanya fasilitas riset halal yang baru, pihaknya berharap para peneliti akan semakin produktif. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan peneliti PRTPP mempublikasikan hasil penelitian di jurnal internasional bereputasi tinggi. Penelitian itu terkait dengan metode untuk mendeteksi daging babi yang telah tercampur dengan ikan patin melalui pendekatan metabolomic dan proteomic.

Menurutnya, target kegiatan strategis tahun 2022-2024 PRTPP BRIN meliputi revitalisasi ketahanan pangan untuk stunting, pengemasan makanan olahan, dan penelitian halal. “Terkait fokus riset halal yang akan dilakukan di PRTPP, yaitu meliputi pengembangan produk berbasis laut, deteksi autentikasi halal, serta substitusi bahan halal,” pungkasnya. (ky/ed:jml)

Sebarkan