Humbahas (23/10/21). Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) sebagai bagian dari Organisasi Penerbangan dan Antariksa (ORPA) BRIN telah melakukan uji coba drone pendeteksi kesehatan tanaman di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 20-23 Oktober 2021.

Tim Pustekbang yang beranggotakan tujuh orang diterima langsung oleh Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor SE, didampingi oleh Ketua T.P. PKK Ny. Lidya Dosmar Banjarnahor, dan Sekda Humbahas, Drs. Tonny Sihombing, MIP di ruang kerja Bupati.

Dalam pertemuan tersebut, Drs. Gunawan Setyo Prabowo, MT selaku Kepala Program Pesawat Tanpa Awak Pustekbang, menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan tim di Humbahas. Selain untuk melakukan uji coba drone pendeteksi kesehatan tanaman, kehadiran kami juga untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam
pengembangan Food Estate melalui penerapan teknologi Drone Pertanian presisi (Drone Precision Farming) mulai tahun 2022. Dalam pelaksanaannya, kami juga akan berkolaborasi dengan para ahli pertanian dari IPB University, jelasnya.

Bak gayung bersambut, Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor menyambut baik rencana Pustekbang tersebut, seraya berkata, “Kami siap mendukung implementasinya di lapangan, dengan harapan program Drone Precision Farming tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaikbaiknya, agar ke depan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan produktivitas hasil pertanian di Humbahas “ tegas beliau dengan antusiasnya.

Ada dua lokasi pertanian masyarakat yang menjadi locus ujicoba pemotretan udara. Lokasi pertama, berada di Dusun IV Desa Dolok Margu, Kecamatan Lintongnihuta dengan luasan area 3 Ha terdiri dari tanaman kentang, cabai dan jeruk, dan lokasi kedua, dengan luasan 9 Ha terdiri dari jenis tanaman bawang merah, bawang putih, dan kol, berada di Dusun II Desa Siponjot, Kecamatan Lintongnihuta.\

Menurut Adi Wirawan, S.Si., M.T., selaku Group Leader Drone Pertanian Presisi Pustekbang, “Kegiatan foto udara pada areal tanaman ini kami lakukan guna mengumpulkan sejumlah data lapangan. Data tersebut berupa hasil pengujian smart sensor yang kami aplikasikan pada
drone smart farming, yang meliputi data NDVI dan data NDRE”, jelasnya.

Data NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), yaitu indeks yang menggambarkan tingkat kehijauan suatu tanaman, dan data NDRE (Normalized Difference Red Edge), yaitu metrik yang digunakan untuk menganalisis apakah gambar yang diperoleh dari sensor gambar
multispectral mengandung vegetasi yang sehat atau tidak.

Diharapkan dari hasil olahan datanya, kedepan dapat digunakan oleh pihak terkait, dalam hal ini dinas pertanian Kabupaten Humbahas sebagai data dukung dalam memvalidasi kondisi kesehatan tanaman padi di lapangan. Sekaligus juga dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam melakukan pengendalian selama masa tanam. (tw)