The World Association of Industrial and Technological Research Organizations (WAITRO) menyelenggarakan WAITRO Innovation Award (WIA) yang diselenggarakan setiap tahun. WIA 2021 berfokus pada ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan (SDG 2-Zero Hunger). WIA yang mengangkat tema ‘Food Security and Sustainable Agriculture, diikuti oleh tim peneliti yang dipimpin Achmat Sarifudin, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan periset dari Thailand Institute for Scientific and Technological Research (TISTR). Proposal “Strengthening Food Sustainability in Southeast Asia by Utilization of Local Tuber of Amorphophallus muelleri Blume” sukses mengantarkan mereka menjadi pemenang, meraih WIA.

Jakarta – Humas BRIN. BRIN merupakan satu-satunya organisasi di Indonesia yang tergabung di dalam keanggotaan WAITRO. Keanggotaannya tentu saja sangat bersinergi dengan tugas pokok dan fungsinya dalam memajukan riset dan inovasi. Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menekankan, melalui WAITRO periset Indonesia dapat memperluas dan memperkuat jejaring dan kolaborasi globalnya untuk turut aktif memecahkan persoalan-persoalan bersama, melalui riset ilmiah yang berstandar global.

“WAITRO telah menjadi mitra BRIN sejak awal pendiriannya. Bahkan saat ini salah satu Anggota Dewan Eksekutif WAITRO adalah sivitas BRIN,” ungkap Handoko. Menurutnya, keberhasilan peneliti BRIN dalam WIA menunjukkan kolaborasi riset semakin menjadi kebutuhan global saat ini. “Saya ucapkan selamat untuk tim penerima penghargaan, semoga kolaborasi tidak berhenti di topik riset ini saja, tetapi berkembang lebih luas ke depan,” ucapnya.

Anggota Dewan Eksekutif WAITRO untuk Perwakilan Wilayah Asia dan Pasifik Theresia Ningsi Astuti mengatakan, WIA bertujuan untuk menginspirasi ide-ide baru dan mendorong tim baru di antara anggota penuh dan anggota WAITRO. “Ini merupakan salah satu cara untuk menciptakan ekosistem inovasi dengan menjalin Kerjasama dengan para peneliti antar negara maupun dengan para calon investor,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Tim Periset dari BRIN adalah satu dari dua tim pemenang yang masing-masing mendapatkan seed funding sebesar USD 25.000. “Jika proyek ini menarik bagi para investor maka tidak menutup kemungkinan untuk mendapatkan pendanaan lanjutan,” terangnya. “Pada tahap penentuan lima tim sebagai finalis, tiga tim di antaranya berasal dari BRIN. Kelima finalis tersebut melakukan presentasi secara terbuka melalui online pada 27 Januari 2022 dan pada 3 Februari 2022 WAITRO telah menentukan pemenangnya,” urainya.

Kolaborasi Periset

Syarat mengikuti WIA, Achmat menyebutkan, minimal terdapat dua institusi dalam satu tim yang juga menjadi anggota WAITRO.  Achmat yang merupakan alumni Universitas Suranaree University of Technology, Nakhon Ratchasima, Thailand pun mengajak rekannya di TISTR untuk berkolaborasi. TISTR juga salah satu anggota WAITRO.

Achmat Sarifudin, yang saat ini sebagai Plt. Kepala Pusat Riset Teknologi Tepat Guna – BRIN mengatakan, WAITRO merupakan platform global yang bertujuan memfasilitasi peneliti di seluruh dunia untuk bekolaborasi. “Dalam mengerjakan proyek penelitian ini, tim BRIN saling sharing proyek penelitian dan berkontribusi, bekerja sama dengan tim dari TISTR,” tuturnya saat diwawancara Tim Humas BRIN (4/2).

Sebagai informasi, tim peneliti dari BRIN terdiri dari Riyanti Ekafitri, Enny Sholichah, Novita Indrianti, Nok Afifah, Dewi Desnilasari, Lia Ratnawati, Woro Setiaboma, Dita Kristani, Satya Andika. Sedangkan tim peneliti TISTR adalah Waraporn Sorndech, Siriporn Butseekhot, Thongkorn Ploypetchara, Wiriyaporn Sumsakul, Chiramet Auranwiwat, dan Sinee Siricoon. Tim ini meneliti penguatan keberlanjutan pangan di Asia Tenggara dengan pemanfaatan umbi porang. Mereka juga mencoba mengkombinasikannya dengan daun kelor (moringga) dan lidah buaya (aloe vera).

Sebagaimana rencana kerja yang mereka susun, Tim BRIN cenderung memproduksi tepung gluokomanan dengan pengembangan metode produksi hijau (menggunakan bahan kimia tidak berbahaya dan tidak membuang bahan pelarut ke lingkungan, melainkan dengan sistem recovery). Tim TISTR menangani pengembangan produk dan bahan. “Porang, kelor, dan lidah buaya tadi diformulasikan menjadi produk pangan pokok. Ada yang bentuk mi, beras, dan snack sehat,” papar Achmat.

Super Grateful for this achievement. Alhamdulillah teman-teman TISTR dan BRIN juga senang dan semangat,” ungkap Achmat tentang keberhasilan meraih WIA. Ia mengaku tidak pernah menargetkan timnya sebagai pemenang, terlebih ia belum pernah berpengalaman mengikuti kompetisi riset di tingkat internasional.

“Ini adalah kali pertama BRIN menerima award dari WAITRO,” kata Theresia. Dirinya sangat berharap dan mendorong agar para periset tetap semangat melakukan kolaborasi di tingkat global. “Kolaborasi adalah kunci dari keberhasilan sebuah inovasi,” tandasnya. “Melalui keanggotaan BRIN di dalam WAITRO, saya berharap para periset dapat memanfaatkan sebaik-baiknya program-program yang ada dan membuka peluang menjalin hubungan kerjasama dengan mitra-mitra global. Keanggotaan WAITRO ini tentu saja tidak hanya untuk BRIN tetapi terbuka untuk institusi/industri lain yang relevan,” pungkasnya.

Tentang WAITRO

WAITRO adalah sebuah asosiasi independen, non-pemerintah dan nirlaba yang didirikan pada tahun 1970 di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. WAITRO menyatukan pemangku kepentingan di bidang sains, teknologi dan inovasi, termasuk organisasi riset dan teknologi dan universitas riset, dalam skala internasional dan menyediakan mekanisme bagi anggota dan mitranya untuk terhubung, bermitra, berbagi, menginspirasi, dan berkontribusi untuk memecahkan tantangan global dan berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan (UN SDGs).

WAITRO beranggotakan lebih dari 100 organisasi dari berbagai negara dari wilayah Afrika, Eropa, Amerika Latin & Caribean, Timur Tengah & Afrika Utara serta Asia Pasifik, yang disebut juga sebagai “Global Innovation Family”.  Untuk menjalankan visi misinya WAITRO melaksanakan beberapa program antara lain peningkatan kapasitas SDM iptek maupun SDM manajemen iptek, akses pendanaan, penyelenggaraan konferensi internasional, pameran, workshop dan menyediakan platform untuk mempertemukan antara peneliti maupun dengan para calon investor melalui aplikasi saira. (drs)

Sebarkan