Cibinong, Humas BRIN. Sejalan dengan rencana pembentukan Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air (LSDA) di Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian (OR IPK) Badan Inovasi dan Riset Nasional (BRIN), OR IPK kembali menggelar kegiatan webinar dengan upaya pengembangan riset danau dan SDA pada Senin (1/11) dengan tema ”Refokusing Peta Masa Depan Riset Sumber Daya Air dan Danau Prioritas Indonesia”.

“Memasuki musim penghujan, masalah isu kebencanaan, khususnya yang terkait air tentu menjadi pembicaraan hangat. Mulai dari masalah banjir, longsor dan limbah air. Pembentukan Pusat Riset LSDA di Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian (OR IPK)  adalah upaya BRIN untuk tetap concern menangani masalah SDA dan ekosistemnya. Fokus ilmu pengetahuan menjadi penting untuk terus kita lakukan dengan melakukan modernisasi peralatan yang ada dan memperluas kemitraan. Sekalipun dalam konteks BRIN ke depan yang nantinya akan menjadi lebih besar,” ucap Mego Pinandito selaku Deputi Bidang Pemanfaat Riset dan Inovasi BRIN dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Ocky Karna Radjasa selaku Kepala OR Ilmu Pengetahuan Kebumian BRIN juga menambahkan, diskusi dalam webinar akan sangat sejalan dengan prioritas riset nasional (PRN), khususnya bidang multidisplin dan lintas sektoral. Nantinya BRIN akan membuat rumah program SDA dan prioritas danau nasional yang secara teknis akan dilakukan di Pusat Riset LSDA.

”Rumah program bertujuan untuk menghasilkan model pengelolaan DAS dan inovasi teknologi untuk menjaga keberlangsungan ekosistem sungai dan percepatan perbaikan kualitas perairan dan kerusakan komponen ekosistem. Serta menghasilkan model pengelolaan danau untuk meaja keberlangsungan ekosistem danau priorias nasional,” imbuh Ocky.

”Dampak positif terbentuknya BRIN dapat mengkonsolidasi tenaga iptek dan penataan kembali klaster-klaster kegiatan riset. ”Pengembangan Pusat Riset LSDAmerupakan jawaban untuk terintegrasinya riset-riset keairan di Indonesia,” papar Hidayat sebagai salah satu narasumber seminar sekaligus Kepala Kantor Pusat Riset Limnologi BRIN.

Dirinya menambahkan ruang lingkup Pusat Riset LSDA akan meneliti komponen biotik, abiotik dan inovasinya, serta faktor luar yang mempengaruhi perairan darat.Selain itu Pusat Riset LSDA juga akan meneliti status sumber daya air dalam pemanfaatan dan pengelolaannya, meneliti siklus hidrologi secara utuh, termasuk hubungan air tanah dengan badan air lainnya, mendukung ketahann air ekonomi, dan ketahanan air terhadap bencana.

Gadis Sri Haryani, salah satu Peneliti di Pusat Riset LSDA BRIN  mengungkapkan isu danau sangat penting untuk diangkat karena perannya sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat. “Tahun 2008 telah dimulai penyusunan pedoman pengelolaan danau. Tahun 2012 terbit grand design pengamatan eksosistem danau, terkait permasalahan dan upaya penting yang harus dilakukan untuk 15 danau prioritas. Akhirnya tahun 2021 telah terbit Peraturan Presiden tentang penyelamatan danau prioritas nasional. Hal ini menjadi dasar bagi semua pihak untuk melakukan upaya penyelamatan danau dan riset masa depan danau,” ungkap Profeser Riset BRIN tersebut.

Gadis menambahkan  danau Indonesi sangat unik. LIPI telah menerbitkan buku yang meninventarisasi jumlah danau di Indonesia sebanyak 5807, 1022 diantaranya danau alam, sehingga tak heran rumah program BRIN ditujukan untuk riset danau. “Hal ini sejalan dengan apa yang telah diungkapkan Pak Mego, melihat kondisi kritis kehidupan di dalam danau  yang perlu segera diselamatkan,” tutur Gadis.

Selain menghadirkan narasumber dari BRIN, seminar ini juga dihadiri oleh peneliti dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat yaitu Prof.ris. Dr.Waluyo Hatmoko Prof. ris.Dr. Irfan Budi Pramono dari Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sebagai informasi seminar daring ini dilaksanakan guna mempertajam program riset sumberdaya air dan danau prioritas di Indonesia. Pemahaman ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan diskusi mengenai perencanaan riset yang diharapkan sejalan dengan rencana pembentukan pusat riset Limnologi dan Sumberdaya Air yang diharapkan semakin mengembangkan bidang ilmu ini. (sa)