Jakarta – Humas BRIN, Rendahnya pemanfaatan hasil riset dan inovasi masih menjadi isu utama dalam pembangunan iptek sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Salah satu upaya untuk menjawab permasalahan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Research and Innovation Week yang dibuka mulai Senin (13/12) hingga sepekan kedepan.

Plt. Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas mengatakan, Research and Innovation Week yang mengusung tema Expanding Collaboration – Improving Commercialization merupakan event yang mengintegrasikan rangkaian kegiatan pemanfaatan hasil riset dan inovasi kepada masyarakat, industri, dan pengguna lainnya. “Melalui tema ini diharapkan event ini mampu lebih memperkuat jaringan antara penghasil teknologi dan pengguna teknologi sehingga terbentuk kolaborasi yang pada akhirnya komersialisasi hasil riset dan inovasi menjadi meningkat,” kata Nur Tri Aries.

Selain itu, lanjut Nur Tri Aries, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara pihak penyedia teknologi dengan pihak pengguna, sekaligus mensosialisasikan hasil-hasil iptek dan inovasi kepada masyarakat luas. Kegiatan ini juga  mendorong inovasi untuk menjadi solusi berbagai persoalan bangsa serta meningkatkan daya saing, kemandirian dan pertumbuhan ekonomi.

Nur Tri Aries berharap, kegiatan ini mampu membentuk kolaborasi yang kuat dalam memanfaatkan hasil riset di Indonesia. “Melalui event ini diharapkan mampu lebih memperkuat jaringan antara penghasil teknologi dan pengguna teknologi sehingga terbentuk kolaborasi yang kuat, sehingga pada akhirnya pemanfaatan dan komersialisasi hasil riset dan inovasi menjadi meningkat,” harapnya.

Hal senada disampaikan Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Mego Pinandito, selain bertujuan membentuk kolaborasi yang kuat dalam pemanfaatan hasil riset, kegiatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas program dan kegiatan yang telah dilakukan BRIN. Kegiatan ini juga sebagai ajang promosi dan publikasi hasil pemanfaatan riset dan inovasi pada masyarakat, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan start up.

“Kegiatan ini sekaligus untuk mensosialisasikan hasil-hasil iptek dan inovasi kepada masyarakat luas, serta mendorong inovasi untuk menjadi solusi berbagai persoalan bangsa serta meningkatkan daya saing, kemandirian dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Mego.

Mego menjelaskan, kegiatan ini akan memberikan apresiasi pada para pengguna hasil riset dan inovasi yang berkinerja tinggi, sehingga dapat menjadi motivasi bagi para pengguna lainnya untuk memanfaatkan hasil riset dan inovasi dalam negeri. (pur)

Sebarkan