Jakarta – Humas BRIN, Riset dan inovasi memegang peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Riset dan inovasi juga menjadi kunci bagi Indonesia untuk  mencegah terjadinya fenomena economic middle income trap, karena riset dan inovasi akan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi sebuah produk dan sumber daya secara signifikan.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko pada kegiatan Kick off Pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di Jakarta, Rabu (20/04). “Riset dan inovasi menjadi kunci bagi Indonesia agar tidak terjebak dalam fenomena economy middle income trap, bahkan dengan riset dan inovasi Indonesia akan mampu mewujudkan sebagai Indonesia emas di tahun 2045,” kata Handoko.

Menurutnya, economic middle income trap terjadi akibat ketidakmampuan sebuah negara untuk menciptakan nilai tambah yang signifikan terhadap sumber daya yang dimiliki. Ia mencontohkan, untuk mendapatkan nilai tambah pada sebuah produk pertanian seperti rempah-rempah, hendaknya tidak dijual mentah namun harus diolah menjadi berbagai produk jadi seperti jamu atau obat.

“Nilai tambah yang besar terhadap sebuah produk dapat dimiliki apabila kita menguasai riset dan inovasi yang kuat,” imbuh Handoko.

Permasalahan meningkatkan nilai tambah terhadap sebuah produk ini terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia. Untuk itulah dipandang perlu membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang akan menjadi penghubung kolaborasi dan pengungkit dengan semua pihak tidak hanya di pusat melainkan juga di daerah untuk memperkuat dan memanfaatkan hasil riset dan inovasinya.

Dalam pelaksanaan kegiatan riset dan inovasi, BRIDA di setiap daerah menurut Handoko, menjadi mitra utama bagi BRIN dalam menciptakan ekosistem riset yang lebih baik. “Untuk itulah BRIN membutuhkan dukungan dari Kementerian Dalam Negeri sesuai kewenangannya  melakukan pembinaan dan pengawasan umum, sedangkan BRIN sebagai mitra, bersiap melakukan dari aspek teknisnya,” tambah Handoko.

Terkait pentingnya riset hadir dalam pemerintahan, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menganggap bahwa riset sangat dibutuhkan dalam setiap pengambilan kebijakan, terutama  yang berdampak pada masyarakat luas. “Dalam melaksanakan tugas pemerintahan yang menjadi kewenangan Kementerian Dalam Negeri, banyak sekali yang dapat dilakukan riset dan inovasi,” kata Tito.

Karena itulah, Tito menyambut baik adanya launching pembentukan BRIDA di seluruh wilayah Indonesia. Tito berpesan kepada pemangku kepentingan di daerah agar riset dijadikan sebagai landasan atau dasar dalam pengambilan kebijakan. 

“Kita harapkan BRIDA ini bukan sebagai lembaga yang berjalan secara as usual, namun bisa betul-betul menjadi landasan dalam membuat kebijakan. Dan risetnya bisa dilakukan secara top down atau idenya dari Kepala Daerah, dan apa yang diriset disesuaikan dengan kebutuhan daerah,” pungkas Tito. (Pur)

Sebarkan