Jakarta – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 4 Maret lalu telah melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pengangkatan 10 Kepala Organisasi Riset (OR). Salah satu Kepala OR yang dilantik adalah Kepala OR Penerbangan dan Antariksa (OR PA), Robertus Heru Triharjanto.

Pada wawancara dengan CNBC, secara daring, Jumat (11/03), dikatakan Heru, OR PA BRIN terdiri dari 5 Pusat Riset (PR), yaitu PR Teknologi Satelit, PR Teknologi Penerbangan, PR Penginderaan Jauh, PR Antariksa, dan PR Teknologi Roket.

PR Teknologi Satelit saat ini fokus mengembangkan satelit Lapan A-4. Satelit Lapan A-4 dapat melakukan pemantauan bumi baik sumber daya alam maupun kondisi lingkungan hingga analisis bencana dan pencurian ikan.

“Akhir tahun ini kami rencananya akan meluncurkan satelit Lapan A-4,” sebut Heru.

Kemudian PR Teknologi Penerbangan melakukan pengembangan pesawat N219A bekerja sama dengan PT. Dirgantara Indonesia. Pengembangan diarahkan pada platform amfibi. Pesawat N219 amfibi ini sangat diperlukan bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

“Kita kan negara maritim. Kita harus punya solusi untuk transportasi yang bisa masuk ke kepulauan-kepulauan yang tidak ada bandaranya. Jadi salah satunya adalah membuat pesawat penumpang tersebut jadi amfibi,” tutur Heru.

Terkait riset penginderaan jauh, PR Penginderaan Jauh akan terus melakukan pengembangan metodologi-metodologi dari teknologi penginderaan. Teknologi penginderaan jauh telah dimanfaatkan, diantaranya untuk zona potensi penangkapan ikan, deteksi pencemaran laut seperti tumpahan minyak, dll.

“Kedepannya kami akan mengupayakan supaya lebih banyak data dan lebih banyak output yang bisa jadi solusi untuk masalah-masalah di Indonesia dari penginderaan jauh,” katanya.

PR Antariksa berfokus pada pengamatan matahari, karena jelas Heru, banyak fenomena dari pengamatan matahari yang bisa berdampak di bumi, seperti kondisi ionosfer.

“Ionosfer itu adalah lapisan paling tinggi dari atmosfer kita yang jenis atmosfernya itu terionisasi, jadi ada polaritas. Kondisi disana akan memengaruhi transmisi radio, satelit navigasi, dan satelit komunikasi”, bebernya.

Pengembangan teknologi roket juga terus dilaksanakan oleh PR Teknologi Roket, utamanya berfokus pada roket pertahanan.

“Yang membuat roket pertahanan itu industri pertahanan, tapi dari sisi pusat riset, kami ditugasi untuk membantu dengan pengetahuan (core knowledge) yang kami miliki,” pungkas Heru (tnt)  

Sebarkan