SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 89/SP/HM/BKKP/VII/2021

Jakarta – Dalam rangka sosialisasi seleksi calon ASN tahun 2021, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menyelenggarakan webinar pada Sabtu (17/07) bersama Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman. ‘Membangun Kemampuan Indonesia Dalam Biologi Molekuler untuk Penanganan Penyakit’ menjadi tema yang diusung oleh lembaga penelitian milik pemerintah yang bergerak di bidang biologi molekuler dan bioteknologi kedokteran pada webinar kali ini.

Menjadi lembaga ilmu pengetahuan dan teknologi terkemuka yang bertaraf internasional dalam bidang biologi molekuler kedokteran untuk kesejahteraan manusia merupakan visi utama dari LBM Eijkman. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, LBM Eijkman memiliki cukup banyak kegiatan penelitian, yang dibagi dalam 3 kelompok yaitu kegiatan penelitian Penyakit Menular, Genetika Manusia, dan Keanekaragaman Genom dengan cakupan wilayah penelitian dari Aceh hingga Papua.

Amin Soebandrio selaku Kepala LBM Eijkman mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 LBM Eijkman ditargetkan dapat menjadi pusat unggulan riset molekuler kedokteran presisi. Puncaknya di tahun 2030 LBM Eijkman diharapkan mampu menjadi pusat unggulan dan rujukan nasional biologi molekuler kesehatan dan kedokteran. Oleh karena itu Ia mengundang putra putri terbaik Indonesia untuk bergabung bersama LBM Eijkman.

“Kami mengundang putra dan putri terbaik Indonesia dalam bidang biologi molekuler untuk bergabung bersama LBM Eijkman. Ini adalah salah satu langkah dimana teman-teman dapat berpartisipasi dan mengembangkan karir. Kesempatan ini juga merupakan salah satu anak tangga menuju scientist yang berkelas dunia, Stairsway to World Class Scientists,” ungkap Amin Soebandrio.

Beberapa topik menarik disajikan oleh para Peneliti dari LBM Eijkman selaku pembicara pada webinar kali ini, yaitu:
i. Dari Genom Indonesia Menuju Kedokteran Presisi oleh Herawati Sudoyo (Deputi Kepala LBM Eijkman Bidang Penelitian Fundamental);
ii. Studi Genomik untuk Mempelajari Patogen dan Inang oleh Safarina G. Malik (Sekretaris Utama sekaligus Kepala Pusat Genom Nasional LBM Eijkman);
iii. Pentingnya Peran Virologi Molekuler Dalam Penanggulangan Penyakit oleh R. Tedjo Sasmono (Kepala Unit Dengue LBM Eijkman);
iv. Penerapan Teknik Molekuler dan Imunologi Dalam Penelitian Penyakit Infeksi: Malaria sebagai Model oleh Rintis Noviyanti (Kepala Unit Malaria Patogenesis LBM Eijkman); dan
v. Tata Cara dan Prosedur Seleksi Penerimaan CASN BRIN Tahun 2021 oleh Nining Setyowati Dwi Andayani (Biro Organisasi dan SDM LIPI).
Acara webinar ini dimoderatori oleh Korri El Khobar yang juga peneliti dari LBM Eijkman.

BRIN membuka 325 formasi dalam Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara Tahun 2021. Formasi tersebut terbagi menjadi 221 formasi untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 104 formasi untuk Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK). Kesempatan ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia dengan kualifikasi Pendidikan Doktoral (S3) lulusan dalam maupun luar negeri.

Informasi lebih lanjut mengenai penerimaan pegawai dapat dilihat melalui laman www.brin.go.id.

Fajar R Dewantara, Moh. Rif’an Jauhari, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Badan Riset dan Inovasi Nasional