Bali – Humas BRIN. Sebanyak 17 orang siswa Sanur Independent School mengunjungi Ruang Pameran Kantor Arkeologi Bali-BRIN pada Rabu, (23/02) di Denpasar. Tidak hanya melihat artefak dan koleksi yang ada, para siswa juga mendapat penjelasan serta berdiskusi bersama peneliti arkeologi. Tentunya, kunjungan ini dipastikan telah mengikuti standar protokol kesehatan yang berlaku.

Ni Putu Eka Juliawati, Peneliti Arkeologi BRIN mengungkapkan, temuan-temuan arkeologi dan koleksi artefak yang dikoleksi Kantor Arkeologi Bali berasal dari kawasan Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara timur. Melalui ragam koleksi artefak yang ada menjadi media bagi sekolah-sekolah untuk mengenal dan belajar tentang arkeologi dan situs-situs benda bersejarah.

Eka mengungkapkan, sebelum tejadinya pendemi Covid-19, hampir disetiap bulannya pasti ada anak-anak sekolah yang mengunjungi Kantor Arkeolgi Bali. “Kedatangan mereka merupakan arahan dari guru maupuan karena tuntutan tugas sekolah yang berhubungan dengan arkeologi ataupun sejarah yang harus diselesaikan,” lanjut Eka.

Emmy, selaku Kepala Sekolah Sanur Independent School mengatakan, kunjungan ke ruang koleksi temuan arkeologi merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya. “Pada dua minggu sebelumnya kami bersama-sama dengan peneliti dari Kantor Arkeologi telah memberikan edukasi terkait pengetahuan arkeologi melalui webinar.” jelasnya.

Menurut Emmy, kegiatan ini merupakan salah satu pemenuhan dari program pendidikan yang diberikan dari pemerintah kepada sekolah internasional. “Kegiatan ini berkaitan dengan mata pelajaran sejarah dan kebetulan di Bali terdapat Kantor Arkeologi yang penelitiannya terkait dengan sejarah di Bali. Kami sangat berterimakasih karena sudah diberikan kesempatan dan penjelasan yang sangat komprehensif dari para peneliti terhadap anak didik kami.” pungkas Emmy.

Salfa, salah satu murid dari Sanur Independent School juga memberikan pendapatnya terkait kegiatan kunjungan kali ini. “Saya sangat terkesan dengan kegiatan yang telah dilakukan oleh para peneliti di sini. Info yang dijelaskan oleh peneliti kepada saya sudah bisa menjawab rasa penasaran saya terkait Arkeologi.” ungkapnya.

Untuk diketahui Kantor Arkeologi Bali-BRIN memiliki koleksi benda temuan/artefak yang cukup banyak. Artefak-artefak tersebut didapatkan dari ekskavasi (penggalian), survei, maupun laporan temuan masyarakat yang berasal dari Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Dilihat dari periodisasi masanya, Kantor Arkeologi Bali-BRIN memiliki koleksi artefak yang beragam, mulai dari masa Prasejarah, masa Hindu-Buddha, hingga masa Islam dan Kolonial. Beberapa artefak yang dikoleksi seperti alat-alat serpih batu, alat-alat serpih tulang, arca, beliung, cincin dan gelang, fosil gajah purba (Stegodon), gerabah/tembikar, keramik Cina, stupika, tajak, hingga kayu yang terarangkan dari letusan Gunung Tambora. (gws/igp/yul/)

Sebarkan