SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 87/SP/HM/BKKP/VII/2021

Jakarta – Seri Webinar Sosialisasi Seleksi CASN BRIN 2021 kembali hadir yang kali mengangkat tema “Mengenal Lebih Dekat Riset Bidang Ketenaganukliran” pada Kamis, (15/07). Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Anhar Riza Antariksawan menyampaikan tujuannya adalah mengenalkan kegiatan yang dilakukan di bidang ketenaganukliran, khususnya yang dilakukan BATAN dan utamanya ditujukan bagi teman-teman yang akan mendaftar sebagai ASN di lingkungan BRIN.

“Nuklir untuk Indonesia berdaya saing dan sejahtera, ini adalah cita-cita BATAN untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan Indonesia. Menjadikan Indonesia lebih berdaya saing dan sejahtera melalui ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir,” terang Kepala BATAN dalam pembukaan sambutannya.

Kepala BATAN melanjutkan nuklir tidak hanya berurusan dengan bom atau sesuatu yang mematikan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran Pasal 3 ayat 2, BATAN mempunyai tugas dan fungsi yang salah satunya berkaitan dengan penelitian dan pengembangan nuklir di Indonesia.

“Tentunya tidak hanya penelitian dan pengembangan, ada beberapa kegiatan yang dalam UU ini dikategorikan sebagai kegiatan pengusahaan. Seperti penyelidikan umum, eksplorasi dan eksploitasi bahan galian nuklir, produksi bahan baku untuk pembuatan dan produksi bahan bakar nuklir, produksi radioisotop untuk keperluan litbang nuklir, dan pengelolaan limbah radioaktif, kemudian ada pembangunan, pengoperasian, dan komisioning reaktor riset,” lanjut Anhar Riza.

Anhar Riza menambahkan untuk kawasan Asia tenggara, Indonesia adalah satu-satunya negara yang mempunyai reaktor paling banyak dengan 3 reaktor yang dapat menjadi landmark tersendiri bagi Indonesia. Tiga reaktor tersebut yakni Reaktor Triga Mark-2000 di Bandung, Reaktor Kartini di Yogyakarta, dan Reaktor Ga Siwabessy di Serpong.

“BATAN adalah National Nuclear Agency yang menjadi organisasi rujukan untuk ketenaganukliran di Indonesia. BATAN juga telah menjadi representatif dan berperan aktif di level internasional dalam International Atomic Energy Agency (IAEA) yang berkerja sama dengan berbagai negara di dunia,” tambah Anhar Riza.

Melalui agenda ini Kepala BATAN berharap para calon peserta seleksi ASN BRIN dapat mengetahui lebih lanjut mengenai tugas, fungsi, dan kegiatan bidang ketenaganukliran di BRIN yang juga dapat bermanfaat diberbagai bidang kehidupan, khususnya yang saat ini dilaksanakan oleh BATAN.

“Dalam RPJMN 2020-2024, kegiatan BATAN ada dari berbagai bidang, mulai bidang pangan, bidang lingkungan, bidang kesehatan, bidang material maju, bidang industri Hankam, bidang energi, dan juga bidang SDM. Iptek nuklir juga berkontribusi dibeberapa sektor Sustainable Development Goals (SDGs) seperti digunakan mengakhiri kelaparan melalui pengembangan bahan pangan dan pertanian, kesejahteraan kesehatan, kebutuhan air bersih dan sanitasi melalui nuklir hidrologi, serta lainnya,” jelas Kepala BATAN.

Sebagai pendukung Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024 BATAN juga berperan dalam bidang pangan, seperti pengembangan varietas unggul padi dan kedelai; bidang peternakan dengan pengembangan vaksin dan pakan hewan ternak; bidang material maju, melalui pengembangan baterai padat lithium; di bidang kesehatan, berperan untuk penanggulangan stunting contohnya melalui pemanfaatan teknik analisis aktivasi neutron; dan juga dalam pemanfaatan mineral lokal bernilai strategis yang lebih spesifik dalam pemanfaatan dan pengelolaan logam tanah jarang.

“Sekilas contoh pada bidang pertanian ada 3 peran BATAN yakni pengembangan benih unggul, kemudian pada teknik budi daya utamanya manajemen tanah dan air, dan terakhir paska panen terutama dengan teknik iradiasi bahan pangan dan makanan. Di bidang pangan sendiri telah dihasilkan 44 varietas tanaman unggul, mulai dari padi, sorghum, kacang hijau, kedelai, dan gandum. Di bidang kesehatan ada 6 produk kesehatan yang telah mendapat izin edar BPOM, salah satunya T-Bone KaeF (Samarium-153 EDTMP), ini adalah radiofarmaka yang digunakan sebagai palliative treatment mengurangi rasa sakit penderita kanker stadium lanjut,” ujar Anhar Riza.

Turut hadir dalam webinar ini Sekretaris Utama BATAN Agus Sumaryanto dan Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Pusbindiklat LIPI) sekaligus tim teknis seleksi CASN BRIN 2021, Ratih Retno Wulandari.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Badan Riset dan Inovasi Nasional
dan
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)