Bali-Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut berkolaborasi dalam peluncuran gerakan #GILAsSampah yang diadakan di kawasan Pantai Jerman, Kuta-Bali, Minggu (17/4). Gerakan Inovasi Langsung Aksi Tuntaskan Sampah (#GILAsSampah) diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai sarana komunikasi publik Tim Pendampingan Kemendagri untuk percepatan penanganan sampah di Kawasan Sarbagita Bali dalam rangka mendukung sukses penyelenggaraan Presidensi G20.

Menurut Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian, suksesnya penyelenggaran G20 sangat ditentukan oleh berbagai faktor termasuk persoalan persampahan. “Dukungan pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan infrastruktur termasuk penyelesaian permasalahan sampah di Kawasan Sarbagita yang dituangkan dalam Perpres nomor 116 tahun 2021 sudah sangat jelas,” ungkapnya.

Tito juga menyampaikan bahwa sampah yang mendominasi bersumber dari rumah tangga, yaitu sebesar 39,41 persen. Disusul oleh sektor perniagaan 23,09 persen dan pasar 13,32 persen. Sedangkan, untuk komposisi sampah berdasarkan jenisnya, yang pertama, organik sebesar 54,1 persen dan non-organik 38,65 persen, dan lainnya 7,25 persen.

Gubernur Bali Wayan Koster juga menyampaikan bahwa melalui peraturan Gubernur Bali Nomer 47 Tahun 2018 telah diterapkan kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber yang diselenggarakan di tingkat desa, kelurahan dan desa adat sampai ke tingkat kabupaten. “Dengan prinsip dasar siapa yang menghasilkan sampah, dia yang harus menyelesaikan sampahnya itu sendiri” imbuhnya.

Dalam mendorong percepatan penanganan sampah, BRIN sendiri akan mendukung riset-riset terkait dengan sampah dan mengembangkan inovasi dalam konteks sampah dengan melihat dari sumbernya. Dimulai dengan literasi pendidikan, teknologi dan dampak yang ditimbulkan.

Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Mego Pinandito mengatakan peningkatan pemahaman masyarakat akan dampak negatif yang ditimbulkan sampah, akan membuat masyarakat berpikir untuk memperlakukan sampah dengan cara yang tepat. Mego menambahkan inovasi dalam konteks ini adalah ide-ide yang terkait dengan penyelesaian masalah secara kongkrit yang sangat praktis. Bila dipahami ternyata sampah dapat diolah menjadi produk lain bahkan sumber energi dengan sedikit sentuhan teknologi yang bisa dimanfaatkan.

Lebih lanjut Mego mengungkapkan, BRIN secara nasional memberikan pemahaman tentang sampah yang dimulai dari anak usia dini sampai seluruh lapisan masyarakat . “BRIN juga diharapkan ikut berpartisipasi mengembangkan riset-riset yang terkait dengan sampah, baik dari segi pengelolaannya maupun dari segi teknolginya,” pungkasnya.

#GILAsSampah merupakan kegiatan kolaborasi antara Kemendagri, Pemerintah Provinsi Bali, Pemda Kabupaten, Kawasan Sarbagita dan Indonesia Intenational Waste Expo (IIWAS) Trisenses Bali 2022. Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan peluncuran gerakan #GILAsSAMPAH, seminar, dan talk show (gws, yl, gp/ ed:aps)

Sebarkan