SIARAN PERS

BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL

NO:  21/SP/HM/BKPUK/III/2022

Talk to Scientists International Women’s Day, BRIN Hadirkan Tiga Perempuan Pakar

Peringatan International Women’s Day yang jatuh pada tanggal 8 Maret menjadi momen penting terhadap pengakuan atas prestasi para kaum perempuan tanpa memandang asal, etnis, bahasa, budaya bahkan ekonomi serta politik.  Peran kaum perempuan saat ini telah banyak dirasakan, khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak kaum perempuan yang telah menorehkan prestasi internasional di bidang riset dan inovasi sejajar dengan kaum pria.

Jakarta, 07 Maret 2022. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperingati International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional 2022 yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2022 dengan menggelar webinar Talk to Scientist (TTS),  dengan narasumber para periset perempuan yang telah berprestasi dalam memperoleh penghargaan internasional. Melalui TTS ini, para narasumber akan berbagi pengalaman dan tantangannya di dunia risetnya masing-masing dan memberikan motivasi bagi seluruh periset, khususnya periset perempuan.

Plt. Sekretaris Utama, Nur Tri Aries Suestiningtyas mengatakan, Hari Perempuan Internasional diperingati untuk menyoroti wanita dan hak-hak mereka. “Tujuan utama peringatan ini adalah hari global yang merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan. Hari Perempuan Internasional kini telah menjadi monumen dalam merayakan seberapa jauh perempuan mempunyai peranan besar dalam masyarakat bahkan peran yang lebih esensial untuk kemajuan global, salah satunya dalam bidang sains dan teknologi,” kata Nur.

Menurutnya, Ilmu pengetahuan dan gender, keduanya saat ini dianggap penting dalam membangun peradaban. Ilmu pengetahuan menjadi fondasi inovasi kemajuan suatu bangsa, sementara perempuan menyokong ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas, keduanya saling berikatan. 

Nyatanya, lanjut Nur, UNESCO merilis data bahwa partisipasi perempuan dalam bidang ilmu pengetahuan masih minim, kurang dari total 30 persen periset di seluruh dunia. “Oleh karena itu, melalui peringatan hari perempuan maupun kesempatan riset lainnya, PBB menaruh harapan sekaligus pesan bagi dunia bahwa perempuan perlu meningkatkan perannya dalam kemajuan sains dan inovasi,” lanjutnya.

Kendati demikian, lambat-laun perempuan semakin berani dalam mengambil peran di dunia saintek khususnya di bidang riset dan inovasi. Hal tersebut membuktikan bahwa kini perempuan, khususnya yang berprofesi sebagai periset, mampu menunjukkan jati diri yang telah dijunjung tinggi Raden Ajeng Kartini, yakni dapat memiliki pengaruh yang besar ketika terjun di ruang publik. 

UNESCO, bersama dengan L’oreal adalah contoh bagaimana lembaga dapat memberi ruang bagi perempuan untuk terjun di dunia riset dan menunjukan bahwa potensi periset perempuan setara dengan kaum adam.

“Melihat fenomena ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan mengangkat kiprah para periset perempuan yang telah berprestasi dalam memperoleh penghargaan UNESCO-L’oreal sebagai bentuk rasa bangga atas keberhasilan para srikandi BRIN menyejajarkan diri dengan periset tingkat dunia,” pungkasnya.

Sebarkan