Jakarta-Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melantik SDM dari unit riset kementerian lembaga, tahap II sejumlah 789. Jumlah tersebut menambah total sementara sejumlah 1089 SDM yang sudah dilantik sebelumnya. “Kurang lebih masih ada 800-900an (SDM) akan menyusul (dilantik) di tahap III. Saya berharap bisa selesai paling lambat bulan depan. Hari ini ada (SDM) dari 10 kementerian dengan jabatan fungsional peneliti, perekayasa, analis pemanfaatan iptek, analis data ilmiah, pranata penerbitan ilmiah, kurator koleksi hayati, dan teknisi litkayasa,” papar Kepala BRIN Laksana Tri Handoko kemarin (4/3), di Jakarta. 

“Kita baru saja melantik 10 Kepala Organisasi Riset (OR) yang baru, dari 12 OR yg seharusnya ada. Pelantikan dua orang (calon Kepala OR) lainnya insyaallah akan dilakukan kembali untuk mengisi kandidat yaitu OR Tenaga Nuklir dan OR Arkeologi, Bahasa, dan Sastra,” jelas Handoko dalam sambutannya. 

Terhitung 1 Maret 2022, ada 12 OR dan 85 Pusat Riset (PR) yang sudah ditetapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB). “Sebelumnya tidak ada yang merealisasikan organisasi berbasis fungsional murni, BRIN adalah yang pertama. Kepala OR adalah ahli utama dan kepala OR minimal ahli madya. Hierarki organisasi sangat tipis. Ini akan menjadi preseden baru di negara ini dan biasanya bahkan dicontoh organisasi K/L (kementerian/ lembaga) lain,” terang Kepala BRIN. 

Dari 12 nomenklatur OR BRIN yang baru, tiga di antaranya tidak berubah dari nomenklatur sebelumnya, yaitu OR Tenaga Nuklir, OR Penerbangan dan Antariksa, serta OR Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora. Sebagai informasi, dari 10 Kepala OR yang dilantik kemarin, dua diantaranya perempuan. OR yang dimaksud adalah OR Pertanian dan Pangan dan OR Kesehatan. 

Puji Lestari, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, menceritakan bahwa proses seleksi terbuka yang dilaluinya terasa sangat cepat. “Ini sangat cepat prosesnya, transparan, fair dan sesuai kompetensi. Interviewernya juga kompeten,” ungkapnya.

Puji yang baru saja dilantik secara umum menetapkan tiga tahap target untuk OR pertanian dan pangan. Tahapan itu dibaginya menjadi tiga, jangka pendek, menengah, dan panjang.

Untuk jangka pendek, dirinya ingin meningkatkan publikasi ilmiah internasional di bidang pertanian dan pangan. Swasembada pangan menjadi target di jangka menengahnya dan sebagai target jangka panjang, dirinya menyebutkan ketahanan pangan akan menjadi prioritas.

Selanjutnya, Puji menyebutkan dua skema untuk riset dalam OR yang dipimpinnya, yaitu mandatory dan kreativitas. “Skema pertama, mandatory program pangan nasional yang strategis dan menjawab tantangan saat ini. Skema kedua, kreativitas mengembangkan start up. Dua di antaranya yang terkait teknologi digital misalnya smart farming dan alat pertanian yang canggih,” tuturnya.

Mengenai inovasi yang akan dilakukan, gagasan perempuan yang sebelumnya adalah peneliti dari Kementerian Pertanian ini adalah mendorong SDM periset untuk berkontribusi dengan dukungan teknologi. Menurutnya, agar bisa bermanfaat bagi banyak pihak. Selain itu, ia mendorong riset pertanian dan pangan untuk bersinergi dengan industri berbasis kebutuhan publik penggunanya.

Puji menyatakan, sebagai Kepala OR Pertanian dan Pangan, dirinya dapat berkontribusi nyata dalam pangan berkelanjutan. “Saya berharap dengan adanya OR ini SDM dan stakeholder di BRIN tersenyum, nyaman melakukan penelitian, dan punya keleluasaan improvisasi. Saya ingin masyarakat merasakan manfaat dari riset pertanian dan pangan,” pungkasnya. Ia juga berharap OR pertanian dan pangan ini akan membantu kementerian teknis, dalam hal ini Kementerian Pertanian khususnya. (drs)

Sebarkan