Ancol – Humas BRIN. Laboratorium Terpadu Riset Oseanografi (Laterio) yang baru diresmikan, memiliki fasilitas Laboratorium Instrumentasi Terpadu dan 14 laboratorium dengan fasilitas open Laboratory. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, dalam acara peresmian Gedung Laterio di Ancol-Jakarta pada Selasa (22/2), mengatakan bahwa, fasilitas sebagai open laboratory untuk mendukung riset kolaboratif di Indonesia dan regional,  serta memberikan kesempatan yang  terbuka bagi  mitra, person, dan talenta dari global.

Menurut Handoko, menjadi fasilitas global, Laboratorium riset ini menjadi laboratorium kunci yang nanti harus bisa dimanfaatkan semuanya dan dikembangkan  oleh berbagai kalangan, tidak hanya periset  BRIN saja. “Semoga menjadi awal yang baik bagi kita semua untuk meingkatkan riset oceanografi tidak hanya di BRIN tapi di Indonesia secara keseluruhan dan melibatkan  setidaknya fakultas kelautan yang ada di tanah air kita,” terang Handoko

Pelaksana tugas Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian BRIN, Ocky Karna Radjasa, menyatakan peresmian Gedung Laterio merupakan revitalisasi infrastruktur riset kelautan adalah  satu momen yang tepat pada saat sekarang dengan bergulirnya BRIN sebagai satu-satunya induk  organisasi riset yang ada di Indonesia. ”Berharap dengan peresmian ini kita akan semakin berjaya di laut,”katanya.

Dikatakan Ocky, sebagai negara maritim dengan luas wilayah yang begitu besar wajib memiliki kekuatan dan peralatan riset di Indonesia khususnya di bidang riset kelautan. “Kita patut bersyukur dan berbangga karena Laterio menjadi salah satu unggulan ke depan dengan fasilitas instrumen penelitian yang bersifat terpadu ini sangat sesuai dengan konsep yang dikembangkan  Kepala BRIN yaitu pemanfaatan bersama,”tambahnya.

Untuk itu, salah satu peralatan canggih, automated digital microscope telah melengkapi fasilitas dalam Gedung Laboratorium Terpadu Riset Oseanografi.“Kami garansi ini adalah alat-alat yang memiliki tingkat State of the art yang sangat bagus yang bisa menjadi modal untuk mendukung riset kelautan pada level global,” tegas Ocky. 

Pelaksana tugas Kepala Pusat Riset Oseanografi BRIN, Udhi Eko Hernawan, menjelaskan fokus riset kelautan pada level global cakupan mulai dari kawasan pesisir, kemudian ke tengah yang di kolam air hingga di sedimennya. “Ruang lingkup riset meliputi aspek masyarakat sekitar kawasan pesisir, ekosistem pesisir, kesehatan ekosistem, pencemaran, mangrove, lamun sampai ke kolam air,” ungkapnya. Juga melakukan penelitian lain, seperti fenomena-fenomena oceanografi, fisika,kimia, dan geologi.

Disampaikan Udhi terkait fasilitas  selain  Laboratorium Instrumentasi Terpadu juga dilengkapi 14 laboratorium preparasi untuk mendukung berbagai disiplin dalam ilmu kelautan, diantaranya: Lab Oseanografi Fisika, Lab Sistem Informasi Geospasial, Lab Mikrobiologi Laut, Lab Geologi, Lab Logam Berat, Lab Biogeokimia, Lab Toksikologi, Lab Lingkungan Laut, Lab Invertebrata, Lab Plankton, Lab Vertebrata, Lab Botani Laut, Lab Mikroteknik dan Lab Ekofisiologi Sedangkan Laboratorium Instrumentasi Terpadu, disampaikan Udhi khusus disiapkan sebagai hub atau pusat bagi platform E-layanan Sains atau ELSA BRIN  dengan berbagai instrumen analisis laboratorium yang rutin digunakan oleh para periset lintas disiplin dalam ilmu kelautan.”Layanan Open Platform melalui sistem E-Layanan Sains (ELSA) BRIN (www.elsa.brin.go.id),” pungkas Udhi. (mtr)

Sebarkan