SIARAN PERS
Nomor : 111/SP/HM/BKKP/VIII/2021

Jakarta – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memiliki tugas besar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta memberikan kontribusi untuk masyarakat, oleh karena itu, hingga saat ini LIPI terus berbenah lebih baik untuk mengikuti perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BRIN pada saat memberikan arah dan sambutan pada ’Kiprah 54 Tahun LIPI’ yang diselenggarakan secara virtual dan disiarkan di kanal youtube LIPI, Kamis (26/8).

Kepala BRIN mengatakan patut memberi apresiasi kepada periset LIPI yang sudah membantu dalam penanganan COVID-19 di Tanah Air. Selain itu, Handoko menyatakan adanya pandemi Covid-19 dapat memberikan pelajaran besar untuk para civitas dan manajemen LIPI, salah satunya melalui pengintegrasian dengan lembaga lainnya. Menurutnya, pandemi justru menjadi momentum berinovasi demi menjawab tuntutan kebutuhan masyarakat luas.

“Saya yakin konsistensi, persistensi, dan ketekunan mampu ditunjukkan tanpa jalan pintas, di bawah BRIN kita akan punya kapasitas dan kompetensi yang jauh lebih besar untuk bisa memberikan dukungan, memberikan fasilitas untuk memecahkan problem dari para periset dalam melakukan aktivitas. Semoga LIPI dan para civitas LIPI bisa berkarya, bersinergi, berinovasi dengan keluarga BRIN menghasilkan lebih banyak secara kuantitas, kualitas,” ujar Kepala BRIN.

Selanjutnya Kepala BRIN menjelaskan, dalam sejarahnya LIPI mengalami perubahan demi perubahan, beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Dimulai sejak Kebun Raya Bogor pada tahun tahun 1817, dan berkembang semakin besar, memiliki kapasitas dan kompetensi khususnya di bidang iptek melalui berbagai aktivitas riset. Kepala BRIN menambahkan, LIPI dan BRIN masih memiliki pekerjaan rumah yang besar tentang bagaimana menjadikan iptek dan aktivitas riset bisa menghasilkan inovasi yang memberikan solusi bagi masyarakat.

“Sampai dengan tahun ini, saya tahu betul LIPI telah bertransformasi untuk terus melakukan perbaikan di berbagai aspek dan lini organisasi. Di bawah keluarga besar BRIN kita akan memiliki kapasitas dan kompetensi yang jauh lebih besar dalam memberikan dukungan, fasilitas untuk periset melakukan aktivitasnya. Meskipun tidak mudah, saya yakin dengan konsistensi, persistensi, dan ketekunan semuanya akan mampu tercapai,” terang Kepala BRIN.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merayakan ulang tahun ke-54, tepatnya pada 23 Agustus 2021 lalu. Menurut Plt. Kepala LIPI Agus Haryono meleburnya LIPI ke BRIN merupakan langkah yang baik. Agus berharap dalam transformasi LIPI ini akan menjadi pemicu semangat untuk selalu inovatif dalam berbagai lini kinerja dengan pengembangan sistem IT, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga pembangunan infrastruktur riset terbuka dan terintegrasi, dengan tujuan untuk meningkatkan mutu layanan.

“Kita harus tetap mengevaluasinya agar tetap tepat sasaran, dan harmonis dengan kondisi yang ada, serta terus berkelanjutan sampai dengan melebur ke dalam BRIN. Meleburnya LIPI ke BRIN merupakan langkah yang baik, saya berharap dalam transformasi LIPI ini akan menjadi pemicu semangat untuk selalu inovatif dalam berbagai lini kinerja. Mari tetap menanamkan nilai integritas, ilmiah, dan unggul untuk membangun bangsa ini dengan riset, ilmu pengetahuan dan teknologi,” tutup Plt. Kepala LIPI Agus Haryono.

Walaupun demikian, ia mengimbau agar civitas LIPI tidak perlu bersedih. Baginya, ini bukan merupakan sesuatu yang kurang baik, melainkan justru merupakan awal yang baik. Agus menegaskan, LIPI siap bertransformasi dan berintegrasi menjadi bagian dari BRIN ke depan.

“Saya berharap dalam transformasi LIPI yang telah kita jalankan selama ini dengan segala dinamikanya, menjadi pemacu semangat kita bersama untuk selalu inovatif dalam berbagai lini kinerja. Mari tetap menanamkan nilai integritas, ilmiah, dan unggul untuk membangun bangsa ini dengan ilmu pengetahuan,” ungkap Agus Haryono

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Utama LIPI Nur Tri Aries Suestiningtyas, serta turut hadir sebagai pembicara Besar Manajemen FE UI Rhenald Kasali.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Badan Riset dan Inovasi Nasional
dan
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia