Jakarta – Wascove (Waspada Covid-19 Lembaga Biologi Molekuler Eijkman) Badan Riset dan Inovasi Nasional meraih Top 5 Replikasi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Penghargaan itu diterima oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko yang diserahkan secara virtual oleh Menpan RB Tjahjo Kumolo, Selasa (9/11/2021). Dalam penyerahan penghargaan tersebut turut mendampingi Plt Sekretaris Utama BRIN Nur Tri Aries Suestiningtyas dan Plt Kepala Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan BRIN Driszal Fryantoni.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan penghargaan yang diterima dari Kemenpan RB tersebut. Hal ini menjadi pemacu untuk mendorong BRIN terus berinovasi dalam memberikan pelayanan publik. “Saya sampaikan terima kasih, penghargaan ini semoga mendorong BRIN untuk berinovasi dalam pelayanan publik yang lebih baik lagi, di tengah masa transisi BRIN dalam mengintegrasikan lembaga penelitian,” ucap Handoko.

WASCOVE (Waspada COVID-19 Lembaga Biologi Molekuler Eijkman) merupakan Inovasi Pelayanan Publik dalam Penanganan Pandemi COVID-19. WASCOVE membuka pelayanan pemeriksaan COVID-19 untuk umum dan tidak berbayar sejak 16 Maret 2020 sebagai wujud kemanusiaan dan sumbangsih kepada bangsa. Hasil uji diagnostik COVID-19 dilakukan dalam melaksanakan 3T (testing–tracing–treatment) dalam pengendalian pandemi COVID-19.

Melalui layanan Wascove ini, BRIN mendapatkan penghargaan kategori Top 5 Replikasi Inovasi Pelayanan Publik, bersama dengan Sichupang milik Kementerian Kelautan dan Perikanan, SIjempol Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemprov Banten, Sirene Muba milik Pemkab Musi Banyuasin, dan Serbu Gas milik Pemkab Penajem Paser Utara.

Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB, Diah Natalisa menjelaskan sesuai dengan visi misi presiden tahun 2024 untuk melaksanakan reformasi birokrasi, maka KemenpanRB terus mendorong pelayanan publik yang prima kepada masyarakat. Dimana faktor keberhasilan pelayanan publik itu salah satunya memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal inilah yang mendorong KemenpanRB menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diikuti oleh Kementerian/Lembaga, BUMN/BUMD, dan Pemerintah Daerah.

“Kita ingin memberikan stimulus dan dorongan, untuk menciptakan kualitas pelayanan dan inovasi di sektor pelayanan publik. Di samping untuk mencapai target reformasi birokrasi, inovasi juga dapat mengakselesari pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs),” katanya.

Dijelaskan Diah, KIPP sendiri sudah dilaksanakan sejak tahun 2014. KIPP diharapkan bisa menjadi budaya inovasi di kalangan birokrasi dan menjaring inovasi pelayanan publik hingga ke pelosok daerah. Tahun ini, merupakan penyelengaraan KIPP yang ke delapan, yang berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana kompetisi terdapat tiga kelompok yaitu umum, replikasi, dan khusus.

Proses penilaian dan seleksi dilakukan oleh dua tim penilai yaitu tim evaluasi dan tim panel independen, yang terdiri dari para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sejak dibuka pendaftaran terdapat 3178 proposal inovasi yang terdaftar pada kompetisi ini dan sebagian 1609 inovasi lolos administrasi. Tim Panel kemudian melakukan proses penilaian presentasi dan wawancara 129 finalis top inovasi tahun 2021. Setelah itu terpilih 55 top inovasi terpuji, yang terdiri dari top 45 inovasi pelayanan publik, top 5 replikasi inovasi pelayanan publik, dan 5 pemenang outstanding achievement of public service innovation 2021.

Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretaritan
Badan Riset dan Inovasi Nasional